Agenda padat menanti Tim Nasional Indonesia setelah menunjukkan performa menjanjikan dalam FIFA Series 2026. Skuad Garuda dijadwalkan akan bertanding di tiga turnamen penting, dimulai dari FIFA Matchday pada Juni, Piala AFF di Juli, serta ASEAN Cup yang akan berlangsung antara September hingga Oktober mendatang.
Untuk mempersiapkan diri menghadapi jadwal kompetisi yang intensif tersebut, PSSI berencana mengadakan pemusatan latihan pada Mei. Pelatih kepala, John Herdman, bersama timnya terus memantau perkembangan para pemain, baik yang berkompetisi di liga domestik maupun di luar negeri.
Meskipun menunjukkan banyak kemajuan positif, perhatian utama masih tertuju pada sektor penyerangan. Keterbatasan variasi serangan menjadi salah satu sorotan, mendorong Timnas Indonesia untuk mencari amunisi baru di lini depan.
Ketergantungan terhadap sosok Ole Romeny sebagai tumpuan utama dalam membongkar pertahanan lawan masih sangat tinggi. Sementara itu, opsi penyerang lain seperti Ramadhan Sananta dinilai belum menunjukkan konsistensi yang cukup untuk menjadi tandem sepadan. Situasi ini mengakibatkan lini serang Garuda kerap kurang efektif, khususnya saat menghadapi tim dengan pertahanan yang solid.
Menanggapi kondisi ini, PSSI telah mengambil langkah strategis dengan merencanakan penambahan dua hingga tiga striker baru melalui jalur naturalisasi. Inisiatif ini diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak opsi serangan dan meningkatkan daya gedor tim. Fokus pencarian utama adalah pemain-pemain yang saat ini berkarier di Eropa dan kompetisi internasional lainnya.
Profil Luke Vickery, Calon Striker Baru
Salah satu nama yang tengah menjadi perbincangan adalah Luke Vickery. Pemain berusia 20 tahun ini membela Macarthur FC di A-League Australia. Lahir di Hawaii, Amerika Serikat, Vickery memiliki darah keturunan Medan, Sumatera Utara, yang menjadikannya kandidat potensial.
Musim ini, Vickery tampil cukup impresif dengan mencatatkan empat gol dan satu assist dari 19 penampilannya. Dengan tinggi badan mencapai 189 cm, Vickery tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki fleksibilitas untuk bermain sebagai striker murni maupun di posisi sayap kiri atau kanan. Kemampuannya yang serbabisa ini dinilai sangat cocok dengan kebutuhan Timnas Indonesia.
Dukungan terhadap potensi Vickery juga datang dari pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, yang menyebutnya sebagai aset berharga. “Luke Vickery ini punya talenta. Kalau dia sudah bermain di level senior, bermain di Australia, ini pemain yang bagus,” ujarnya, seperti dikutip dari Bola. Pangemanan menambahkan bahwa performa konsisten Vickery membuatnya menjadi prospek luar biasa.
Sinyal positif juga terlihat dari Luke Vickery sendiri, yang menyatakan ketertarikannya untuk membela Timnas Indonesia jika mendapatkan kesempatan. “Tentunya akan sangat menarik jika bisa berada di tim nasional,” ungkapnya, dilansir dari Bola. Ia juga mengonfirmasi adanya komunikasi dengan John Herdman dan mengapresiasi visi sang pelatih terhadap Timnas Indonesia.