Indonesia Pastikan Ketahanan Pangan Aman, Tidak Bergantung Timur Tengah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan memastikan Indonesia tidak bergantung pasokan pangan dari Timur Tengah di tengah konflik global.

Indonesia saat ini memiliki ketahanan pangan yang kuat dan tidak tergantung pada pasokan dari negara-negara di kawasan Timur Tengah. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di tengah situasi global yang memanas, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, seperti dilansir dari Detik Finance.

Kebutuhan pokok utama di dalam negeri, meliputi beras, jagung, daging ayam, telur, hingga berbagai jenis sayuran, sepenuhnya dipenuhi melalui produksi domestik. Situasi ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas ketersediaan komoditas vital.

Adapun komoditas pangan yang masih diimpor oleh Indonesia, seperti gandum, mayoritas bersumber dari wilayah Eropa dan Amerika. Dengan demikian, ketersediaan gandum tidak terpengaruh oleh gejolak di Timur Tengah.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau cemas terkait pasokan pangan. Pemerintah memastikan ketersediaan stok dalam jumlah yang cukup dan terkendali. "Tidak ada pangan yang tergantung kepada Timur Tengah, nggak ada. Yang kita nggak bisa seperti gandum itu dari Eropa, Amerika," ujar Zulhas di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2026).

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau aksi borong, mengingat stok pangan yang aman dan terkendali. "Jadi tidak usah khawatir apalagi berebut membeli, stoknya berlebihan. Nggak perlu (khawatir). Cukup secukupnya karena stoknya aman terkendali," tambahnya.

Komitmen pemerintah terhadap swasembada pangan menjadi salah satu prioritas utama, yang terbukti mampu mengantisipasi dampak dari ketidakstabilan global. Zulkifli Hasan juga telah melakukan peninjauan langsung di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, memastikan bahwa meskipun hanya sekitar 70% pedagang yang kembali beroperasi setelah momen Lebaran, stok pangan esensial tetap tersedia dengan baik.

"Kalau pangan walaupun ada masalah di Timur Tengah, ada masalah di sana-sini kita bersyukur, bahwa kebijakan Bapak Presiden dari jauh hari tepat bahwa kita harus swasembada pangan, harus mandiri di bidang pangan," kata Zulhas.

Untuk komoditas beras, stok nasional berada dalam kondisi yang sangat aman. Produksi beras pada tahun sebelumnya mencapai surplus sekitar 4 juta ton, dan diperkirakan jumlah serupa akan kembali tercapai pada tahun ini. Proyeksi ini menjamin ketersediaan beras yang mencukupi hingga tahun 2027. "Beras kita aman, beras kita tahun lalu suprlus 4 juta ton, saya kira tahun ini akan ada 4 juta. Jadi insyaAllah kalau beras tahun ini sampai tahun depan aman stoknya," tutup Zulkifli Hasan.

Recommended