PT Indosat Ooredoo Hutchison tengah melakukan pengkajian internal mendalam mengenai rencana partisipasi dalam lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang baru saja dibuka oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Selasa (14/4/2026).
Langkah strategis ini diambil guna menentukan posisi perusahaan terhadap alokasi spektrum baru yang disediakan pemerintah. Dilansir dari Detik iNET, manajemen perusahaan saat ini masih menutup rapat rincian keputusan resmi terkait proses seleksi tersebut.
"Hingga saat ini, kami masih dalam tahap pembahasan internal dan belum terdapat detail informasi yang dapat kami bagikan kepada media. Kami akan menginformasikan perkembangan lebih lanjut seiring dengan progres yang berjalan," ujar Eni Nur Ifati, VP Head of External Communications Indosat Ooredoo Hutchison.
Seleksi penggunaan pita frekuensi ini dipandang sebagai momentum krusial bagi para operator seluler di tanah air. Ketersediaan spektrum tambahan diharapkan mampu mempercepat ekspansi layanan 4G serta penguatan kapasitas jaringan 5G secara nasional.
Pemanfaatan spektrum 700 MHz memberikan keunggulan teknis pada jangkauan sinyal yang lebih luas dan penetrasi bangunan yang lebih kuat. Frekuensi low-band ini merupakan hasil dari kebijakan Analog Switch Off (ASO) yang dilakukan oleh Komdigi.
Dari total digital dividen sebesar 112 MHz hasil migrasi siaran TV analog, pemerintah mengalokasikan sebesar 90 MHz atau 2 x 45 MHz khusus untuk layanan telekomunikasi. Sementara itu, pita 2,6 GHz disiapkan untuk memenuhi kebutuhan trafik data tinggi.
Spektrum 2,6 GHz memiliki bandwidth sebesar 190 MHz yang ideal untuk area padat penduduk. Keunggulan spektrum mid-band ini terletak pada ekosistem perangkat pendukungnya yang tercatat sebagai salah satu yang terbesar secara global dalam teknologi TDD.