Aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat kembali menunjukkan peningkatan signifikan sejak Selasa dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi yang menggetarkan wilayah Priangan, tepatnya di lepas pantai selatan Pangandaran. Kejadian ini menambah deretan aktivitas tektonik di zona subduksi selatan Jawa yang memang dikenal cukup aktif dalam beberapa waktu terakhir.
Masyarakat di pesisir selatan diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan. Meski kekuatan gempa kali ini berada di skala menengah, lokasinya yang berada di laut sering kali memicu kekhawatiran terkait potensi tsunami. Namun, berdasarkan parameter yang dirilis, gempa ini tidak memiliki energi yang cukup besar untuk memicu gelombang pasang tersebut.
Fenomena gempa di Jawa Barat ini seolah menjadi pengingat bahwa wilayah tersebut berada di atas pertemuan lempeng besar. Dalam artikel ini, kita akan membedah secara mendalam rincian teknis gempa Pangandaran, rentetan gempa di wilayah lain sejak pagi tadi, hingga langkah mitigasi yang harus dipersiapkan menghadapi ketidakpastian alam.
Rincian Gempa Pangandaran 10 Februari 2026
Berdasarkan data resmi dari BMKG Wilayah II, gempa bumi yang mengguncang Pangandaran terjadi pada pukul 01.26 WIB. Kekuatan gempa tercatat sebesar Magnitudo 3,9, sebuah angka yang cukup terasa bagi mereka yang berada di lokasi tenang atau di bangunan bertingkat.
Koordinat dan Kedalaman
Pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 9.86 Lintang Selatan (LS) dan 106.63 Bujur Timur (BT). Jarak pusat gempa ini berada sekitar 316 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Menariknya, gempa ini tergolong sebagai gempa dangkal dengan kedalaman pusat gempa (hiposenter) hanya 10 kilometer.
Mengapa Gempa Dangkal Perlu Diwaspadai?
Secara teoritis, gempa dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer dikategorikan sebagai gempa dangkal. Meskipun magnitudonya di bawah 4,0, getaran dari gempa dangkal biasanya terasa lebih tajam ke permukaan tanah dibandingkan gempa dalam. Hal ini dikarenakan gelombang seismik tidak kehilangan banyak energi saat merambat menuju permukaan.
Analisis Rentetan Gempa Jawa Barat: Dari Bogor ke Pangandaran
Kejadian di Pangandaran dini hari tadi tidak berdiri sendiri. Jika kita menarik garis waktu ke belakang, wilayah Jawa Barat baru saja diguncang gempa di daratan Bogor pada Senin sore, 9 Februari 2026.
Perbandingan Karakteristik Gempa
-
Gempa Bogor (9 Feb): Kekuatan M 2,1, berpusat di darat (22 km Barat Daya Kota Bogor), dengan kedalaman sangat dangkal yakni 3 km. Ini kemungkinan besar dipicu oleh aktivitas sesar lokal yang aktif di sekitar wilayah tersebut.
-
Gempa Pangandaran (10 Feb): Kekuatan M 3,9, berpusat di laut, kedalaman 10 km. Gempa ini lebih berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.
Perbedaan sumber pemicu ini menunjukkan bahwa Jawa Barat dikepung oleh dua ancaman sekaligus: sesar aktif di daratan dan zona subduksi di lautan. Redaksi mencatat bahwa sinkronisasi data antarwilayah sangat penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa getaran yang mereka rasakan bisa berasal dari sumber yang berbeda-beda.
Update Real-Time: Daftar Gempa di Indonesia 10 Februari 2026
Selain di Jawa Barat, BMKG juga memantau aktivitas gempa di berbagai titik di Indonesia hingga pukul 08.00 WIB pagi ini. Indonesia yang berada di wilayah Ring of Fire memang mengalami puluhan getaran setiap harinya, baik yang dirasakan maupun hanya terekam seismograf.
Berikut adalah daftar aktivitas gempa terbaru hari ini:
| No | Waktu (WIB) | Magnitudo | Kedalaman | Wilayah |
| 1 | 07:44:01 | 2,4 | 27 Km | Jawa (Pacitan/Selatan) |
| 2 | 07:38:18 | 2,1 | 82 Km | Wilayah Timor |
| 3 | 07:23:53 | 2,3 | 150 Km | Wilayah Flores |
| 4 | 06:23:20 | 3,7 | 132 Km | Laut Banda |
| 5 | 06:15:23 | 3,2 | 117 Km | Pesisir Utara Papua Barat |
| 6 | 06:02:08 | 2,8 | 5 Km | Sumatera Utara |
| 7 | 05:51:31 | 2,5 | 13 Km | Jawa (Selatan) |
| 8 | 05:27:15 | 2,6 | 10 Km | Wilayah Papua Barat |
| 9 | 05:02:04 | 3,9 | 191 Km | Laut Banda |
| 10 | 04:18:39 | 2,5 | 110 Km | Jawa (Malang Selatan) |
| 11 | 03:51:17 | 2,4 | 16 Km | Jawa (Pacitan) |
| 12 | 03:19:46 | 3,8 | 10 Km | Pesisir Utara Papua Barat |
| 13 | 02:21:22 | 3,0 | 11 Km | Selatan Jawa (DIY/Jateng) |
| 14 | 01:53:26 | 5,1 | 226 Km | Kepulauan Tonga (Internasional) |
| 15 | 01:26:08 | 3,9 | 10 Km | Selatan Jawa (Pangandaran) |
Pernyataan Resmi dan Imbauan BMKG
Pihak BMKG melalui pengumuman resminya terus mengimbau agar warga tidak termakan isu hoaks yang sering beredar sesaat setelah gempa terjadi. Daryono, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, dalam berbagai kesempatan sering menekankan pentingnya memeriksa struktur bangunan pasca-gempa.
“Masyarakat diimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” tulis rilis standar BMKG untuk keselamatan warga.
Khusus untuk gempa Pangandaran M 3,9 ini, BMKG menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemodelan, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Lokasi episenter yang cukup jauh dari garis pantai (316 km) juga menjadi faktor peredam getaran sehingga tidak sampai merusak infrastruktur di daratan Pangandaran.
Langkah Mitigasi: Apa yang Harus Dilakukan?
Mengingat intensitas info gempa hari ini baru saja 10 Februari 2026 yang cukup sering terjadi di sepanjang selatan Jawa, penting bagi masyarakat untuk memahami langkah mitigasi mandiri:
Saat Terjadi Gempa
-
Jika berada di dalam ruangan: Lindungi kepala dan badan dari reruntuhan dengan bersembunyi di bawah meja. Hindari penggunaan lift dan gunakan tangga darurat.
-
Jika berada di luar ruangan: Hindari bangunan tinggi, tiang listrik, pohon, dan papan reklame yang berpotensi roboh.
-
Jika di daerah pesisir: Apabila gempa terasa sangat kuat dan berlangsung lama (lebih dari 20 detik), segera menuju ke tempat yang lebih tinggi tanpa menunggu peringatan tsunami resmi (prinsip evakuasi mandiri).
Pasca Gempa
Selalu pantau informasi melalui kanal resmi seperti aplikasi InfoBMKG, akun media sosial resmi BMKG, atau siaran radio lokal. Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya karena dapat memicu kepanikan massal.
Fenomena gempa bumi adalah bagian dari dinamika bumi yang tidak bisa dihindari, namun risiko dampaknya bisa kita minimalisir dengan literasi bencana yang baik. Tetap waspada dan jaga keselamatan diri serta keluarga.