Inggris dan Wales Kriminalisasi Masuk Stadion Tanpa Tiket

Inggris dan Wales memberlakukan aturan baru yang mengkriminalisasi masuk stadion sepak bola tanpa tiket resmi. Pelanggar terancam denda dan larangan bermain.

Keamanan pertandingan sepak bola di Inggris dan Wales diperketat dengan aturan baru yang mengkriminalisasi tindakan masuk stadion tanpa memiliki tiket yang sah.

Kebijakan ini mulai berlaku menjelang final Carabao Cup 2025/2026 antara Arsenal dan Manchester City di Wembley Stadium, Minggu (22/3/2026).

Pelanggar aturan ini dapat dikenakan sanksi berupa larangan menghadiri pertandingan sepak bola hingga lima tahun, serta denda maksimal 1.000 poundsterling (sekitar Rp22,5 juta).

Penerapan regulasi baru ini merupakan respons atas insiden kerusuhan serius pada final Euro 2020 di Wembley pada Juli 2021. Saat itu, ribuan suporter memaksa masuk stadion tanpa tiket resmi.

Aturan baru ini secara khusus menargetkan praktik "tailgating", yaitu tindakan penonton tanpa tiket yang berusaha masuk dengan mengikuti dari dekat pemegang tiket sah di pintu putar. Metode ini kerap digunakan untuk menyusup ke dalam stadion.

Selain itu, tindakan menggunakan tiket palsu, dokumen akses ilegal, atau menyamar sebagai staf juga termasuk pelanggaran hukum. Segala upaya sadar untuk memperoleh akses ilegal akan dikenai sanksi pidana.

Sebelumnya, pelaku yang masuk stadion tanpa tiket hanya dikeluarkan dari area pertandingan tanpa konsekuensi hukum lanjutan. Pada final Carabao Cup 2024/2025, polisi menangkap 69 orang, sebagian besar karena mencoba masuk ke Wembley tanpa tiket resmi. Namun, saat itu mereka hanya dapat dijerat dengan dugaan penipuan.

Menteri Negara Kepolisian dan Kejahatan Inggris menyatakan, "Penggemar sepak bola seharusnya dapat menikmati pertandingan tanpa merasa tidak aman atau terancam. Kami memberikan alat yang dibutuhkan kepada kepolisian untuk memastikan kekacauan seperti yang terjadi di Wembley lima tahun lalu tidak terulang."

"Siapa pun yang membahayakan orang lain dengan memaksa masuk ke stadion akan menghadapi konsekuensi serius," jelasnya.

Direktur Stadion Wembley, Mark Lynch, menyoroti bahwa upaya tailgating atau memaksa masuk ke stadion memberikan tekanan besar pada tim keselamatan penonton dan menempatkan pemegang tiket resmi dalam risiko kepadatan berlebih atau cedera.

"Undang-undang baru ini akan membuat sepak bola lebih aman bagi penggemar yang memiliki tiket sah, dan kami menyambut baik penerapannya menjelang periode padat pertandingan di Wembley Stadium," tutur Lynch.

Laporan yang disusun atas permintaan The Football Association mengungkapkan bahwa kerusuhan pada final Euro 2020 berpotensi menimbulkan korban jiwa. Investigasi menemukan sekitar 2.000 orang berhasil masuk secara ilegal ke stadion, dan 17 pelanggaran massal terjadi melalui akses pintu khusus penyandang disabilitas serta pintu darurat.

Inggris, Wales, Skotlandia, dan Republik Irlandia akan menjadi tuan rumah Euro 2028. Penerapan aturan ini diharapkan menjadi langkah preventif menjelang turnamen besar tersebut.

Recommended