Pemerintah berencana memberikan insentif untuk program konversi motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik. Langkah ini merupakan upaya untuk mempercepat transisi energi dan menekan emisi dari sektor transportasi.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dukungan akan diberikan kepada masyarakat yang melakukan konversi kendaraan.
"Sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya," kata Bahlil.
Meskipun demikian, target jumlah kendaraan yang akan dikonversi dan besaran subsidi masih belum ditetapkan. Hal ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi.
Bahlil menambahkan, "Satgas kan baru dibentuk, saya rapat satgas dulu baru nanti saya akan laporkan."
Program konversi motor bensin ke motor listrik merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi polusi dan mempercepat peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan.
Sebelumnya, Bahlil juga telah mengumumkan pembentukan Satgas Percepatan Transisi Energi. Satgas ini bertugas mempercepat implementasi berbagai program energi bersih, termasuk konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik.
Satgas tersebut diharapkan dapat mempercepat proses konversi kendaraan bermotor, yang saat ini berjumlah sekitar 120 juta unit sepeda motor di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan implementasi program konversi kendaraan dapat berjalan maksimal dalam waktu tiga hingga empat tahun. Pemerintah bahkan berharap program ini dapat direalisasikan lebih cepat.
Pemerintah berharap program konversi motor bensin menjadi motor listrik ini dapat menekan emisi kendaraan dan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.