Penyerang Liverpool Mohamed Salah menyatakan kekhawatirannya terkait potensi penurunan standar profesionalisme klub setelah masa baktinya berakhir pada penutupan musim 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Salah pada Senin, 11 Mei 2026, menyusul ketidakhadirannya dalam laga melawan Chelsea akibat cedera.
Pemain asal Mesir tersebut menekankan pentingnya menjaga budaya kerja keras yang selama ini menjadi pondasi kesuksesan di Anfield. Sebagaimana dilansir dari Bola, Salah menginginkan agar para pemain tetap mempertahankan disiplin tinggi demi menjaga posisi klub di level tertinggi sepak bola Eropa.
"Saya ingin para pemain sukses di sini, saya ingin klub ini tetap berada di level tertinggi. Dan ini menjadi salah satu kekhawatiran utama saya," kata Mohamed Salah, Pemain Liverpool.
Salah mengaku telah menjalin komunikasi dengan staf dan manajemen klub untuk memastikan adanya sosok panutan setelah ia pergi. Menurutnya, keberadaan pemain yang datang lebih awal ke pusat kebugaran sangat krusial untuk memotivasi anggota tim lainnya dalam menjaga kondisi fisik.
Kekhawatiran ini muncul di tengah ketidakpastian masa depan sejumlah pilar penting The Reds. Selain Salah, bek sayap Andy Robertson juga dikabarkan akan meninggalkan klub asal Merseyside tersebut saat kontraknya habis pada akhir musim ini.
Menanggapi pernyataan tersebut, pelatih Liverpool Arne Slot menyatakan tidak merasa khawatir akan adanya penurunan standar di musim mendatang. Slot setuju bahwa standar tinggi sangat penting, namun ia menilai kondisi internal tim saat ini masih berada dalam jalur yang benar.
Manajer asal Belanda itu menegaskan bahwa standar profesionalisme tidak hanya terbatas pada rutinitas di pusat kebugaran. Ia menekankan bahwa performa maksimal di atas lapangan pertandingan merupakan indikator utama dari standar tinggi yang diterapkan klub.
Sebelumnya, kapten tim Virgil van Dijk juga sempat menyoroti perlunya perbaikan kinerja tim setelah kekalahan tipis dari Manchester United. Manajemen Liverpool kini dihadapkan pada tugas besar untuk menjaga stabilitas skuad di tengah transisi kepemimpinan dan pemain kunci.