Pengguna Instagram akan kehilangan fitur privasi penting. Meta berencana menghapus opsi enkripsi end-to-end pada direct messages (DM) Instagram dalam beberapa bulan mendatang.
Menurut informasi dari laman dukungan Instagram, dukungan untuk enkripsi end-to-end di DM akan dihentikan mulai 8 Mei 2026. Pengguna yang mengandalkan fitur ini disarankan untuk mengunduh pesan atau media yang ingin disimpan sebelum perubahan diterapkan.
Juru bicara Meta menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena sedikitnya pengguna yang memanfaatkan fitur tersebut.
"Sangat sedikit orang yang memilih untuk menggunakan pesan terenkripsi end-to-end di DM, jadi kami akan menghapusnya dari Instagram dalam beberapa bulan ke depan," kata juru bicara Meta, seperti dikutip dari Engadget, Minggu (15/3/2026).
Pengguna yang tetap ingin berkirim pesan dengan enkripsi end-to-end dapat melakukannya melalui WhatsApp, yang telah mengaktifkan fitur tersebut secara default sejak 2016.
Enkripsi end-to-end adalah protokol privasi yang memastikan hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca pesan. Dengan demikian, Meta, Instagram, maupun pihak ketiga tidak dapat mengakses pesan yang dilindungi enkripsi ini.
Di Instagram, fitur ini tidak aktif secara default. Pengguna di wilayah yang mendukung fitur ini harus memulai percakapan terenkripsi secara terpisah untuk mengaktifkannya.
Penggunaan enkripsi end-to-end menjadi perhatian. Penegak hukum dan organisasi keselamatan anak di AS menyatakan bahwa fitur privasi ini menyulitkan penangkapan predator yang menargetkan anak-anak di media sosial.
Tanpa enkripsi end-to-end, Meta dapat memindai pesan di Instagram untuk mengidentifikasi konten ilegal dan memberikan akses kepada pihak berwenang jika diperlukan. Selain itu, Meta dapat menindaklanjuti laporan pengguna dengan lebih cepat.