Intel dan Google resmi mengumumkan perluasan kerja sama jangka panjang yang bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan cloud. Kolaborasi ini didasarkan pada pemanfaatan prosesor Intel Xeon serta Infrastructure Processing Units (IPU) dalam mendukung sistem AI modern yang semakin kompleks.
Kemitraan ini menyoroti peran penting CPU sebagai tulang punggung komputasi, termasuk untuk beban kerja AI seperti pelatihan (training) dan inferensi. Sementara itu, IPU berbasis ASIC yang dikembangkan bersama Google dirancang untuk mengurangi beban CPU dengan menangani berbagai tugas jaringan, penyimpanan, dan keamanan.
Pendekatan ini akan meningkatkan efisiensi sistem, menghemat energi, dan memungkinkannya beroperasi dalam skala besar. Kombinasi CPU dan IPU menciptakan platform terintegrasi yang mampu menyeimbangkan komputasi general-purpose dengan akselerasi khusus.
Dilansir dari Medcom, pendekatan ini diyakini mampu menurunkan biaya kepemilikan sekaligus meningkatkan performa. Hal ini akan memberikan keuntungan signifikan bagi perusahaan dan developer yang membangun aplikasi berbasis AI.
CEO Intel, Lip-Bu Tan, menegaskan bahwa akselerator saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan AI yang terus berkembang. Ia menyatakan bahwa sistem yang seimbang antara CPU dan akselerator adalah kunci untuk menghadirkan solusi AI yang berkelanjutan dan andal.
Di sisi lain, Amin Vahdat, Senior Vice President Google dan Chief Technologist untuk infrastruktur AI, menyampaikan keyakinannya terhadap roadmap prosesor Xeon. Menurutnya, roadmap Xeon mampu memenuhi tuntutan beban kerja AI yang terus meningkat, baik dari sisi kinerja maupun efisiensi.
Selain itu, kedua perusahaan menegaskan bahwa mereka juga berkolaborasi dalam pengembangan IPU, jenis chip lain yang telah mereka kerjakan bersama sejak tahun 2022. Intel menjelaskan bahwa akselerator yang dapat diprogram ini berfungsi untuk mengurangi fungsi jaringan, penyimpanan, dan keamanan dari CPU host.
Peran IPU ini sangat krusial dalam membantu pelanggan memanfaatkan CPU utama di pusat data tradisional secara lebih optimal. IPU mengambil alih tugas-tugas "overhead" seperti pengelolaan lalu lintas jaringan, pengaturan penyimpanan, enkripsi data, dan menjalankan perangkat lunak virtualisasi.
Visi bersama Intel dan Google melalui kolaborasi ini adalah untuk membangun fondasi infrastruktur yang bersifat terbuka dan skalabel. Dengan dukungan teknologi ini, ekosistem AI diharapkan dapat berkembang lebih cepat, memberikan manfaat bagi berbagai sektor industri, serta menghadirkan inovasi yang lebih luas bagi pengguna di seluruh dunia.