Persija Jakarta menempati peringkat ketiga klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 62 poin hingga pekan ke-30 yang berlangsung pada April 2026. Dilansir dari Bola, tim berjuluk Macan Kemayoran ini terpaut empat angka dari Persib Bandung dan Borneo yang memimpin persaingan di papan atas.
Skuad asuhan Mauricio Souza masih memiliki peluang untuk meraih gelar juara asalkan tidak menelan kekalahan dalam empat pertandingan sisa musim ini. Persija juga bergantung pada hasil pertandingan pesaing utama mereka, yakni Borneo dan Persib Bandung, yang diharapkan kehilangan poin di laga sisa.
Mantan Ketua The Jakmania, Richard Achmad, menyoroti aspek konsentrasi para pemain dalam menghadapi sisa kompetisi tersebut. Richard menilai bahwa secara komposisi pemain dan dukungan dari pemerintah daerah melalui perusahaan daerah, Persija seharusnya mampu tampil lebih maksimal.
"Fokus dalam pengertian, kalau lihat dalam beberapa pertandingan harusnya partai home tuh disikat habis jadi poin. Tapi kan ada yang draw ada yang kalah. Nah, ini kan kelalaian sebuah tim," kata Richard Achmad dilansir dari kanal YouTube Bicara Bola.
Richard juga memberikan catatan kritis terhadap dominasi pemain dan pelatih asal Brasil di dalam tim Persija musim ini. Ia menyarankan manajemen untuk melakukan evaluasi mendalam terkait potensi munculnya egosentrisme kelompok tertentu yang dapat memengaruhi keharmonisan tim.
Selain masalah teknis di lapangan, komunikasi antarpihak pemangku kepentingan dianggap perlu ditingkatkan secara intensif. Richard mengusulkan adanya pertemuan rutin antara manajemen klub, suporter, dan pemerintah daerah untuk membahas kekuatan serta kekurangan tim demi memenuhi target juara pada musim mendatang.
Manajemen Persija Jakarta diharapkan dapat merespons tekanan positif dari pendukung untuk memastikan tim tetap kompetitif. Fokus utama saat ini adalah meminimalisasi kehilangan poin akibat kelalaian dalam proses perebutan kemenangan di setiap laga sisa.