Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali menorehkan prestasi di kancah global. IPB menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang berhasil masuk dalam peringkat 50 besar dunia berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) by Subject Agriculture and Forestry.
Peringkat IPB University terus meningkat dalam sembilan tahun terakhir. Dari posisi 751-800 pada tahun 2018, kini IPB berada di peringkat 399 pada tahun 2026.
Dalam pemeringkatan QS WUR by Subject Agriculture and Forestry, IPB menduduki peringkat ke-49 dunia, ke-10 di Asia, dan nomor satu di Asia Tenggara (ASEAN).
Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim Prof Ernan Rustiadi menjelaskan bahwa publikasi internasional menjadi faktor utama dalam pemeringkatan ini. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas publikasi, termasuk pendanaan riset kolaboratif, bantuan biaya publikasi, pelatihan penulisan ilmiah, dan perbaikan kualitas bahasa Inggris.
"Upaya ini kami lakukan untuk memperkuat reputasi akademik IPB di tingkat internasional. Namun, tantangan tetap ada, seperti menjaga kebaruan riset, ketersediaan server jurnal yang cepat dan aman, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola jurnal," kata Ernan.
Langkah-langkah lain juga diambil untuk memastikan kualitas artikel ilmiah tetap terjaga dan bertahan di indeks Scopus. Ini termasuk pembaruan instrumen laboratorium riset, kolaborasi dengan penulis berpengaruh, dan peningkatan kepercayaan diri sivitas akademika IPB University dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional.
Data dari Scimago Journal & Country Rank (scimagojr.com) menunjukkan bahwa Indonesia saat ini memimpin di ASEAN dalam jumlah publikasi ilmiah selama lima tahun terakhir, melampaui Malaysia dan Singapura.
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menekankan bahwa reputasi perguruan tinggi tidak hanya dinilai dari peringkat, tetapi juga dari kinerja akademik, sistem akreditasi, dan sertifikasi yang menjamin kualitas pembelajaran.
"Ada lima aspek penting dalam membangun reputasi, yaitu stakeholder engagement, research communications, brand campaigns, crisis communications, dan rankings strategies," tutur Alim.
Prestasi ini mencerminkan komitmen IPB University dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah, yang berkontribusi pada pembangunan ilmu pengetahuan dan reputasi akademik Indonesia di tingkat global.