Iran Terapkan Buka Tutup Selat Hormuz, Kecuali untuk AS dan Israel

Iran mulai menerapkan kebijakan buka tutup Selat Hormuz bagi kapal tanker, namun tidak berlaku untuk Amerika Serikat dan Israel.

Di tengah ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, Iran mengambil langkah dengan menerapkan kebijakan buka tutup di Selat Hormuz. Kebijakan ini berdampak pada lalu lintas kapal tanker.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadlia menyatakan bahwa situasi di Selat Hormuz mulai menunjukkan sedikit perbaikan.

Menurut Bahlil, Iran telah membuka diri untuk berkomunikasi dengan negara-negara yang kapal tankernya tertahan, meskipun kebijakan ini tidak berlaku bagi Amerika Serikat dan Israel.

"Alhamdulillah kita sekalipun dalam kondisi geopolitik yang sampai sekarang belum ada tanda-tanda konflik di Timur Tengah itu selesai, tapi kita sedikit mendapat angin segar dengan Selat Hormuz itu sudah mulai ada kebijakan tutup-buka," kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Bahlil menambahkan, perkembangan ini merupakan sinyal positif bagi negara-negara yang kapal tankernya tidak berasal dari Israel maupun Amerika Serikat, sehingga komunikasi dapat terjalin.

Sebelumnya, blokade di Selat Hormuz menyebabkan banyak kapal tanker tertahan dan harga minyak dunia melonjak tajam. Beberapa negara bahkan mengumumkan penghematan konsumsi BBM serta menaikkan harga bahan bakar.

"Artinya bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi. Ini sebenarnya adalah sebuah perkembangan yang positif," terang Bahlil.

Recommended