Istiqomah Katin Jadi Lulusan Dokter Spesialis Termuda UGM Usia 28 Tahun

dr. Istiqomah Katin, Sp.A. menjadi lulusan termuda program spesialis UGM periode April 2026 pada usia 28 tahun 6 bulan, jauh di bawah rata-rata lulusan.

Universitas Gadjah Mada (UGM) mengukuhkan dr. Istiqomah Katin, Sp.A. sebagai lulusan termuda program spesialis dalam Wisuda Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung pada 22–23 April 2026 di Yogyakarta.

Perempuan asal Bengkulu tersebut berhasil menyelesaikan pendidikan spesialis pada usia 28 tahun 6 bulan. Capaian ini dilansir dari Medcom jauh lebih cepat dibandingkan rerata usia lulusan spesialis pada periode tersebut yang mencapai 34 tahun 5 bulan.

Istiqomah menempuh pendidikan di program studi Ilmu Kesehatan Anak FK-KMK UGM sejak tahun 2022. Sebelumnya, ia merupakan alumnus program akselerasi saat SMP dan SMA yang kemudian menyelesaikan pendidikan dokter umum pada tahun 2019.

Selama menjalani studi, ia mengambil program double degree yang mewajibkannya menyusun dua tesis sekaligus. Fokus penelitiannya diarahkan pada bidang neonatologi, khususnya mengenai kasus hiperbilirubinemia atau penyakit kuning pada bayi baru lahir.

"Tahun 2022 saya melanjutkan studi pendidikan dokter spesialis Ilmu Kesehatan Anak di FK-KMK UGM," ujar Istiqomah Katin, Lulusan Spesialis Anak UGM, seperti dilaporkan oleh laman resmi ugm.ac.id pada Senin, 27 April 2026.

Motivasi utamanya memilih spesialisasi anak didasari oleh ketertarikan personal dan minimnya jumlah dokter spesialis anak di daerah asalnya. Sebelum kembali menempuh pendidikan di Yogyakarta, ia sempat mengabdi sebagai dokter umum dan dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Bengkulu.

Meskipun meraih predikat lulusan termuda, Istiqomah mengaku tidak pernah menetapkan hal tersebut sebagai target utama. Ia menyatakan lebih fokus pada konsistensi dalam menjalani setiap tahapan akademik serta tanggung jawab klinis yang intensif selama masa studi.

Tantangan adaptasi budaya dan perbedaan lingkungan antara Bengkulu dan Yogyakarta sempat ia rasakan pada awal perkuliahan. Namun, ia berhasil melalui proses tersebut dengan dukungan dari keluarga, rekan sejawat, serta para supervisor di lingkungan kampus.

Kini setelah resmi menyandang gelar Spesialis Anak (Sp.A.), Istiqomah berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui keilmuan yang dimilikinya. Ia menekankan pentingnya integritas dan empati bagi setiap tenaga medis dalam menjalankan profesinya.

Recommended