Harga Emas Berpotensi Tembus USD5.000 pada Selasa 14 April 2026

Harga emas diproyeksikan melanjutkan tren penguatan menuju level USD5.000 per troy ons didorong faktor teknikal dan permintaan safe haven.

Harga emas internasional diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa, 14 April 2026, setelah menunjukkan momentum bullish yang solid di awal pekan. Kenaikan ini didorong oleh kombinasi indikator teknikal serta peningkatan minat investor terhadap aset aman atau safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Tren kenaikan instrumen XAU/USD pada timeframe harian dinilai masih terjaga meskipun sempat mengalami tekanan singkat pada pembukaan perdagangan Senin. Dilansir dari Medcom, harga emas dengan cepat berbalik arah dan berhasil menutup gap yang terbentuk sebagai indikasi kuatnya dominasi pembeli di pasar.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa momentum kenaikan harga masih cukup kuat untuk berlanjut dalam waktu dekat. Pergerakan harga saat ini sedang menguji area resistance krusial di kisaran USD4.857 per troy ons untuk menentukan arah reli selanjutnya.

"Momentum bullish masih cukup kuat untuk berlanjut dalam waktu dekat," ujar Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures. Penembusan pada level resistance tersebut diprediksi akan membuka jalan bagi harga emas untuk menguji level psikologis utama di angka USD5.000.

Sisi fundamental turut mendukung penguatan logam mulia seiring dengan meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang mendorong permintaan aset strategis. Selain itu, pasar saat ini mencermati arah kebijakan Federal Reserve yang diperkirakan akan lebih longgar atau dovish, termasuk peluang penghentian siklus pengetatan moneter.

Kondisi suku bunga rendah cenderung menguntungkan emas karena menurunkan biaya peluang bagi investor untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut. Potensi pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan ruang tambahan bagi harga emas untuk terus bergerak naik akibat hubungan terbalik antara keduanya.

Permintaan yang konsisten dari bank sentral global juga menjadi penopang stabilitas keuangan jangka panjang bagi komoditas ini. Kendati prospek secara keseluruhan tetap positif, pelaku pasar tetap diimbau untuk mewaspadai volatilitas jangka pendek yang dipicu oleh dinamika global yang berubah sewaktu-waktu.

Recommended