ITB dan Prasetiya Mulya Resmikan Program Sarjana Magister Terintegrasi

ITB dan Universitas Prasetiya Mulya luncurkan Program Sarjana-Magister Terintegrasi (PSMT) untuk percepatan studi lima tahun dengan dua gelar sekaligus.

Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Prasetiya Mulya resmi menyepakati kerja sama Program Sarjana – Magister Terintegrasi (PSMT) di Kampus ITB Ganesa, Bandung, pada Selasa, 21 April 2026. Kolaborasi ini dirancang untuk mempercepat masa studi mahasiswa hingga jenjang pascasarjana.

Skema percepatan studi ini ditujukan bagi mahasiswa program studi Digital Business Technology serta AI and Robotics di Universitas Prasetiya Mulya. Dilansir dari Medcom, para mahasiswa berkesempatan menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister hanya dalam waktu lima tahun.

Melalui jalur PSMT, lulusan akan memperoleh dua gelar sekaligus, yaitu gelar sarjana dari Universitas Prasetiya Mulya dan gelar magister dari ITB. Jalur ini dinilai lebih efisien dibandingkan prosedur konvensional yang umumnya membutuhkan waktu enam tahun atau lebih.

Dekan STEI ITB, Tutun Juhana, menegaskan bahwa sinergi ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan talenta nasional di sektor teknologi. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan oleh Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB bersama Sekolah Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) Universitas Prasetiya Mulya.

"Ini bukan sekadar kolaborasi kampus, tetapi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat kemajuan industri Indonesia melalui pengembangan talenta yang unggul," ujar Tutun Juhana, Dekan STEI ITB dalam siaran persnya.

Mekanisme program ini memungkinkan mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya mengambil kredit mata kuliah magister ITB saat masih menempuh jenjang sarjana. Satuan Kredit Semester (SKS) yang dikumpulkan akan langsung diakui sebagai bagian dari kurikulum magister saat mereka melanjutkan studi di ITB.

Dekan STEM Universitas Prasetiya Mulya, Permata Nur Miftahur Rizki, menyatakan bahwa integrasi ini memberikan akses pengalaman akademik ITB yang lebih dekat bagi mahasiswanya. Program tersebut juga menghapus tahapan matrikulasi yang biasanya memperpanjang durasi studi pada jalur reguler terpisah.

Selain fokus pada aspek pendidikan, kedua institusi berencana memperluas cakupan kolaborasi ke bidang riset terapan di masa depan. Pengembangan riset tersebut akan diorientasikan untuk menjawab kebutuhan langsung dari sektor industri.

Recommended