Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan tegas mengenai penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Beliau menyentil kalangan orang kaya yang masih memanfaatkan fasilitas tersebut di tengah lonjakan harga energi global, dan meminta mereka untuk beralih ke BBM non-subsidi.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat memastikan bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan, meskipun terjadi fluktuasi harga energi di pasar dunia. Menurut Prabowo, BBM subsidi seharusnya hanya diperuntukkan bagi masyarakat dengan ekonomi lemah, seperti dilansir dari Detik Finance.
"BBM yang bersubsidi akan kami pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin. Ini akan kami pertahankan untuk 80% rakyat kita," ungkap Prabowo dalam Rapat Kerja bersama Anggota Kabinet Merah Putih, yang disiarkan daring melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (8/4/2026).
Prabowo menambahkan, pada saatnya nanti, individu atau kelompok yang memiliki kemampuan finansial kuat diharapkan menggunakan BBM dengan harga pasar yang lebih tinggi. "Tapi pada saatnya, yang orang-orang kuat, orang-orang kaya, kalau mau pakai bensin, yang mahal. Dia harus bayar harga pasar," tegasnya.
Menurut Prabowo, tidak etis jika masyarakat yang sudah memiliki kekayaan masih menuntut subsidi pemerintah. Pasalnya, skema subsidi tersebut memang dirancang untuk membantu golongan yang kurang mampu. "Kalau sudah kaya, minta subsidi lagi? Ya nggak lah. Yang kita bela rakyat miskin," tambah Prabowo.
Di tengah dinamika geopolitik global, Prabowo juga menekankan pentingnya kewaspadaan bangsa Indonesia. Meskipun kondisi ekonomi nasional tergolong aman dalam menghadapi gejolak harga energi, sikap santai harus dihindari. "Aman tidak berarti kita tenang-tenang, santai-santai, tidak. Kita bekerja, kita waspada," ujarnya.