Jakarta Gelar FIFA Series 2026 dengan Laga Indonesia vs Saint Kitts

Jakarta menjadi tuan rumah FIFA Series 2026, dibuka dengan laga Timnas Indonesia melawan Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret.

Jakarta terpilih menjadi salah satu kota penyelenggara FIFA Series 2026. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akan menjadi saksi bisu pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Timnas Saint Kitts and Nevis pada Jumat, 27 Maret 2026.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan bahwa FIFA Series di Jakarta bukan hanya sekadar uji coba. Ajang ini menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia untuk memulai era baru di bawah arahan pelatih John Herdman, sekaligus memberikan kesempatan bagi publik sepak bola nasional untuk menyaksikan gaya permainan baru Garuda.

Erick Thohir menegaskan bahwa kesempatan menjadi tuan rumah FIFA Series harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai pusat sepak bola di kawasan. "Kami ingin FIFA Series di GBK menjadi momentum positif. Bukan hanya bagi Timnas, tetapi juga bagi sepak bola Indonesia untuk menunjukkan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah pertandingan internasional dengan atmosfer yang luar biasa," ujar Erick Thohir di Jakarta, Selasa (24/3/2026).

Debut John Herdman akan diwarnai dengan pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis. Herdman, bukan nama asing di dunia sepak bola, dikenal sebagai arsitek yang membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian 36 tahun.

Menurut Erick Thohir, rekam jejak Herdman sangat jelas. Pengalamannya membangun timnas Kanada diharapkan dapat membawa energi baru bagi Timnas Indonesia. "Coach Herdman punya rekam jejak yang jelas. Dia membangun Kanada dari tim yang tidak diperhitungkan hingga tampil di Piala Dunia. Kami berharap pengalaman itu bisa membawa energi baru bagi Timnas Indonesia," kata Erick Thohir.

Pertandingan Indonesia melawan Saint Kitts and Nevis berpotensi menghadirkan reuni kecil pemain yang pernah berkarier di Liga Inggris. Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On merupakan beberapa nama dari kubu Indonesia yang pernah merumput di kompetisi tersebut. Sementara itu, Jordan Bowery dan Tyrese Shade menjadi wakil Saint Kitts and Nevis yang juga memiliki pengalaman di Inggris.

Kembalinya Elkan Baggott ke skuad Garuda menjadi tambahan kekuatan, setelah terakhir kali membela Timnas pada Mei 2024. Bek jangkung yang bermain di Inggris tersebut diharapkan menjadi pilar penting di lini pertahanan Indonesia, terutama dalam menghadapi permainan fisik Saint Kitts and Nevis.

Erick Thohir menilai bahwa kembalinya Baggott akan membuat skuad Garuda semakin kompetitif. Komposisi skuad Timnas Indonesia pada FIFA Series kali ini juga terbilang menarik, dengan perpaduan 14 pemain abroad dan 10 pemain dari liga domestik.

Erick Thohir berharap perpaduan pemain dari liga domestik dan luar negeri ini akan menciptakan keseimbangan dan memperkuat Timnas Indonesia. "Kita sekarang punya banyak pemain yang bermain di luar negeri, tapi liga domestik juga tetap menjadi fondasi penting. Kombinasi ini yang ingin kita bangun agar Timnas semakin kuat," ujarnya.

Atmosfer SUGBK diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain. Dukungan dari ribuan suporter akan menjadi kekuatan utama Timnas Indonesia. Erick Thohir berharap FIFA Series tidak hanya menyuguhkan pertandingan berkualitas, tetapi juga menjadi panggung untuk melihat identitas baru Timnas di bawah John Herdman.

Erick Thohir mengajak masyarakat untuk datang ke stadion, memberikan dukungan kepada Timnas, dan menyaksikan ajang FIFA Series perdana ini. Ia berharap ini menjadi langkah awal yang positif bagi perjalanan Timnas Indonesia ke depannya. "Kami ingin masyarakat datang ke stadion, mendukung Timnas, dan saksikan ajang FIFA Series perdana ini. Semoga ini menjadi langkah awal yang positif bagi perjalanan Timnas Indonesia ke depan," tutup Erick.

Recommended