Jakarta Tuan Rumah KTT D-8, Ini Sejarah dan Peranannya

Jakarta akan menjadi tuan rumah KTT D-8 pada April mendatang. Forum ini mempertemukan delapan negara berkembang dalam kerja sama ekonomi global.

Jakarta dijadwalkan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 pada April mendatang. Momentum ini menyoroti kerja sama ekonomi antara negara-negara berkembang dalam skala global.

D-8 atau Developing-8 adalah organisasi yang beranggotakan delapan negara berkembang: Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan bergabung pada tahun 2025.

Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 diumumkan melalui Deklarasi Istanbul pada KTT Kepala Negara/Pemerintahan, 15 Juni 1997. Gagasan ini dicetuskan oleh Necmettin Erbakan, Perdana Menteri Turki saat itu, dalam seminar tentang “Kerja Sama dalam Pembangunan” di Istanbul pada Oktober 1996.

Seminar tersebut dihadiri perwakilan dari Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, dan Pakistan. Setelah serangkaian persiapan, D-8 resmi beroperasi sejak Deklarasi Istanbul diterbitkan.

Tujuan dan Fokus Kerja Sama

Tujuan utama D-8 meliputi:

  • Meningkatkan posisi negara anggota dalam perekonomian global.
  • Menciptakan dan mendiversifikasi peluang perdagangan.
  • Mendorong partisipasi dalam pengambilan keputusan internasional.
  • Meningkatkan standar hidup masyarakat di negara anggota.

Organisasi ini bersifat global, bukan regional, dengan anggota yang tersebar dari Asia Tenggara hingga Afrika. D-8 tidak mengganggu komitmen bilateral maupun multilateral negara anggotanya di organisasi internasional atau regional lainnya.

Struktur dan Kepemimpinan

Sekretariat D-8 berpusat di Istanbul, Turki. Jabatan Sekretaris Jenderal saat ini dipegang oleh Duta Besar Sohail Mahmood dari Pakistan. Sebagai organisasi antarpemerintah, D-8 berfungsi sebagai wadah dialog dan koordinasi kebijakan ekonomi.

KTT D-8 adalah forum strategis bagi para pemimpin negara anggota untuk menyepakati arah kerja sama ekonomi, memperkuat kolaborasi di bidang perdagangan, investasi, dan pembangunan. Indonesia memiliki peluang memperkuat peran diplomasi ekonomi dengan menjadi tuan rumah KTT D-8 di Jakarta.

Persiapan Pemerintah Indonesia

Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing-8 (D-8) yang dijadwalkan pada 12-15 April 2026. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyatakan bahwa persiapan dilakukan secara internal dan melalui koordinasi intensif dengan negara-negara anggota.

“Terkait dengan persiapan D-8 yang summitnya akan dilaksanakan pada bulan April, kita terus melakukan berbagai persiapan secara internal dan juga dengan negara-negara anggota,” ujar Nabyl dalam press briefing di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Indonesia sebagai ketua fokus pada lima prioritas, termasuk penguatan reformasi internal organisasi. Nabyl menegaskan reformasi ini penting sebagai fondasi implementasi empat prioritas lainnya.

“Kita ketahui bahwa salah satu dari lima prioritas tersebut adalah mengenai penguatan dari segi reformasi internal organisasi. Itu penting untuk memastikan empat prioritas lainnya dapat terlaksana,” jelasnya.

Recommended