Janice Tjen Terhenti di Semifinal Ganda Merida Open

Perjalanan Janice Tjen di Merida Open berakhir di semifinal ganda, setelah dikalahkan Cristina Bucșa dan Jiang Xinyu.

Perjuangan petenis Indonesia, Janice Tjen, di Merida Open harus terhenti di babak semifinal sektor ganda. Bersama Katarzyna Piter asal Polandia, Janice mengakui keunggulan pasangan unggulan kedua, Cristina Bucșa dan Jiang Xinyu.

Pertandingan yang berlangsung ketat selama satu jam 24 menit itu dimenangkan Bucșa/Jiang dengan skor 7-5, 6-2. Dengan hasil ini, langkah Janice di turnamen WTA 500 berakhir, setelah sebelumnya tersingkir di sektor tunggal.

Meski begitu, performa Janice dan Piter menunjukkan daya saing yang baik. Mereka mampu menekan pasangan unggulan kedua di beberapa fase pertandingan, terutama di set pertama yang berlangsung ketat.

Sejak awal gim, kedua pasangan langsung saling menekan. Statistik menunjukkan Bucsa/Jiang unggul tipis dalam persentase servis pertama masuk, yaitu 68,4 persen. Namun, Janice/Piter mampu memaksimalkan poin dari servis pertama yang mereka menangi dengan persentase yang sama.

Pasangan Indonesia/Polandia ini bahkan sempat unggul dalam perolehan poin dari pengembalian servis pertama lawan. Meski demikian, Bucsa/Jiang tampil lebih tenang di momen krusial dan berhasil mengamankan set pembuka dengan memanfaatkan peluang break point.

Momentum Berubah di Set Kedua

Bucsa/Jiang langsung menjaga ritme di set kedua. Meski Janice/Piter sempat menyamakan kedudukan setelah kehilangan gim pertama, lawan kemudian merebut tiga gim beruntun dan unggul jauh.

Janice/Piter sempat menunjukkan kekuatan servis dengan persentase servis pertama masuk mencapai 81 persen. Namun, konsistensi lawan dalam pengembalian bola membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan dan akhirnya menyerah.

Hasil yang Tetap Positif bagi Janice/Piter

Walaupun gagal mencapai final, hasil di Merida ini lebih baik dibandingkan pertemuan terakhir Janice dan Piter sebagai pasangan di Australian Open 2026. Kerja sama keduanya telah membuahkan dua gelar, yakni pada turnamen WTA 250 Guangzhou dan WTA 250 Hobart.

Dengan performa yang terus berkembang, peluang keduanya untuk kembali bersaing di turnamen berikutnya masih terbuka lebar.

Recommended