Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memprioritaskan pembangunan budaya persaudaraan di dalam Skuad Garuda sebelum merancang strategi taktik permainan di lapangan untuk meloloskan tim ke Piala Dunia. Langkah ini menjadi fondasi utama yang dibangun sang arsitek demi menjaga konsistensi performa tim nasional.
Kombinasi antara kerangka budaya dan taktik dinilai menjadi dua elemen utama yang dibutuhkan sebuah tim untuk terus berkembang secara konsisten, sebagaimana dilansir dari Bola. Herdman menjelaskan bahwa aspek budaya memiliki posisi yang lebih mendesak untuk dibentuk terlebih dahulu dibandingkan urusan strategi di lapangan.
"Saya pikir filosofinya adalah, jika Anda menempatkan tepat di inti dari apa yang sedang kami coba capai di sini, definisi saya tentang performa tinggi adalah melampaui ekspektasi secara konsisten," ujar John Herdman.
Arsitek berusia 50 tahun tersebut menilai filosofi itu krusial demi membawa perubahan besar pada prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional.
"Jadi, jika Anda ingin terus melampaui ekspektasi, ada dua hal, kerangka budaya dan kerangka taktik. Dan kerangka budaya datang lebih dulu," jelas John Herdman.
Pembangunan kultur dalam tim nasional bertujuan agar seluruh pemain memiliki kesamaan visi saat mengenakan seragam Skuad Garuda. Herdman menegaskan target menembus turnamen paling bergengsi di dunia menjadi perekat seluruh elemen tim.
"Ini tentang persaudaraan. Ini tentang menciptakan tujuan yang mendalam. 280 juta alasan mengapa kami bermain untuk meloloskan negara ini ke Piala Dunia," ucap John Herdman.
Ia menambahkan bahwa pencapaian tersebut akan memberikan pengalaman baru yang berharga bagi seluruh pencinta sepak bola di tanah air.
"Menjadi kelompok pertama yang melakukannya, dan memungkinkan generasi penggemar Indonesia merasakan ajang terbesar di planet ini. Itu saja. Itulah inti budaya. Itulah inti persaudaraan. Itulah inti dari setiap pemusatan latihan," terangnya.
Kesadaran kolektif mengenai alasan berkumpul di tim nasional dianggap sebagai aspek fundamental pembentukan identitas Skuad Garuda. Setelah pemahaman itu tertanam kuat, rancangan strategi baru bisa diimplementasikan secara optimal.
"Kami harus mengingatkan setiap pemain mengapa kami berkumpul bersama. Dan ketika 'mengapa' itu menjadi sangat tertanam di hati para pemain, maka Anda bisa memiliki kerangka taktik," tutur John Herdman.
Dalam upaya menjaga standar perilaku di dalam maupun luar lapangan, Herdman juga berencana membentuk kelompok pemimpin di internal tim yang bertugas menyuarakan kebiasaan-kebiasaan positif secara harian.
"Dan ketika saya berbicara tentang kerangka budaya dan 'mengapa' yang mendalam itu, Anda membangun kelompok kepemimpinan," ucap John Herdman.
Kelompok pemimpin ini memikul tanggung jawab besar untuk mengarahkan kedisiplinan dan profesionalisme rekan-rekannya.
"Dan para pemimpin itu harus terhubung dengan hal ini, dan para pemimpin itu harus menyuarakannya. Mereka harus mendorongnya setiap hari dalam perilaku, dalam kebiasaan di luar lapangan dan di dalam lapangan," terangnya.
Fokus utama pelatih asal Inggris ini tertuju pada pemain yang berdedikasi penuh pada performa sepak bola. Karakter tersebut dinilai akan melahirkan lingkungan kerja yang sehat dan saling percaya.
"Dan ketika mereka mendorong perilaku itu, Anda memiliki kesempatan untuk menciptakan budaya, budaya di mana orang merasa dipercaya, mereka merasa aman, mereka tahu kami berada di sini untuk alasan yang sama," papar John Herdman.
Herdman turut menggarisbawahi komitmen bahwa kepentingannya memimpin tim nasional murni demi mencetak sejarah baru bagi Indonesia.
"Kami tidak berada di sini untuk mendapatkan uang, ketenaran, atau pengikut Instagram. Kami berada di sini untuk mengubah sebuah negara selamanya," terangnya.