John Herdman Pimpin Timnas Indonesia, Raih Kemenangan Debut 4-0

Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, berhasil membawa skuad Garuda menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis dalam FIFA Series 2026.

Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia memicu berbagai pandangan. Salah satu dukungan datang dari Hermansyah, mantan penjaga gawang Tim Garuda era 80-90an, yang menilai latar belakang akademisi Herdman bukanlah hambatan untuk mencapai kesuksesan.

Hermansyah, seperti dilansir dari Bola, menyoroti bahwa banyak pelatih sukses di dunia tidak selalu memiliki riwayat sebagai pemain profesional. Ia meyakini bahwa Herdman, meskipun bukan mantan pesepak bola, memiliki potensi besar untuk membawa Timnas Indonesia berprestasi.

“Menurut saya, kita bisa melihat ke belakang. Negara besar seperti Argentina pun pernah dilatih Menotti yang bukan pemain bola, namun berhasil membawa Argentina juara di era Maradona. Jadi kita harus memiliki pikiran positif,” ujar Hermansyah di kanal YouTube Bicara Bola.

Ia juga menambahkan, “Kita harus memberikan kesempatan kepada pelatih, apalagi dalam waktu dekat akan ada Piala AFF dan Piala Asia. Mudah-mudahan Herdman bisa memberikan hasil yang positif, dan kami sebagai mantan pemain akan selalu mendukung PSSI untuk kemajuan.”

Mantan striker Timnas Indonesia, Peri Sandria, turut menyampaikan pandangan senada mengenai kehadiran Herdman. Ia melihat bahwa Herdman membawa pendekatan yang berbeda, khususnya dalam proses seleksi pemain. Peri menjelaskan, pelatih asal Inggris itu tidak hanya mengandalkan pemain naturalisasi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi talenta lokal.

“Saya kira wajar jika pelatih baru membawa pemain baru. Namun, yang saya perhatikan, Herdman juga aktif melakukan blusukan, mencari pemain lokal, bukan hanya berfokus pada pemain naturalisasi,” kata Peri, seperti dikutip dari Bola.

Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi angin segar bagi persepakbolaan Indonesia, terutama dalam membangun fondasi yang kokoh untuk jangka panjang. Peri juga menyoroti kecenderungan Herdman dalam memilih pemain muda yang memiliki agresivitas tinggi.

Fokus pada Agresivitas dan Pemain Muda

Pemilihan pemain muda dengan agresivitas tinggi ini dinilai Peri Sandria sejalan dengan filosofi sepak bola modern yang menekankan intensitas dan dinamika di lapangan. Ia memprediksi bahwa Herdman mungkin akan menerapkan strategi serupa dengan yang ia gunakan saat melatih tim Kanada.

“Dia mencari pemain muda yang agresif agar rencana permainannya berjalan efektif. Mungkin ini akan disamakan dengan tim Kanada yang pernah ia tangani, yang banyak dihuni pemain muda dan lokal dengan agresivitas yang sangat baik,” tutur Peri.

Peri juga menegaskan bahwa latar belakang Herdman sebagai akademisi tidak seharusnya menimbulkan keraguan. Ia memberikan contoh Josse Mourinho, yang juga bukan mantan pemain, namun berhasil meraih kesuksesan besar sebagai seorang pelatih.

“Herdman mungkin seorang akademisi, tapi itu tidak berarti ia tidak bisa sukses. Contohnya Jose Mourinho, ia bukan pemain top, namun berhasil membawa tim juara. Semoga Herdman juga mampu meracik tim ini dengan baik,” harap Peri.

Debut Manis Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

John Herdman baru saja mencatatkan debutnya bersama Timnas Indonesia. Pelatih berusia 49 tahun tersebut sukses memimpin skuad Garuda meraih kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis dalam laga FIFA Series 2026 pada Jumat, 27 Maret 2026. Herdman, yang ditunjuk pada awal Januari menggantikan Patrick Kluivert, kini mulai menunjukkan arah positif bagi Timnas Indonesia.

Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Bulgaria dalam partai final FIFA Series 2026 yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin, 30 Maret 2026 malam WIB. Sebelumnya, Bulgaria berhasil mengalahkan Kepulauan Solomon dengan skor 10-2.

Recommended