Atmosfer jelang FIFA Series 2026 yang akan diikuti Timnas Indonesia semakin memanas. Bukan hanya duel melawan Saint Kitts and Nevis yang memicu antusiasme suporter, tetapi juga pernyataan pelatih anyar Garuda, John Herdman.
Herdman menyampaikan apresiasi kepada Erick Thohir, PSSI, FIFA, serta GSI atas terselenggaranya FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, dalam konferensi pers, Kamis (24-3-2026).
Turnamen ini menghadirkan tim-tim dari berbagai konfederasi.
"Pertama terima kasih kepada Erick Thohir, PSSI, GSI dan FIFA untuk mengorganisasi event besar ini dengan mempertemukan tim dari berbagai konfederasi. Sekaligus menjadikan Stadion Utama Senayan sebagai tuan rumah bagi kami dan para pemain. Ini hal fantastik sekaligus tes yang bagus bagi kami dan pemain. Ini tantangan yang kami cari," kata Herdman.
Sesi latihan Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Selasa sore, baru diikuti 15 pemain dari total skuad, dengan Elkan Baggott mencuri perhatian karena comeback setelah lama absen.
Herdman juga menyebut nama dua pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
Menurutnya, fondasi permainan Timnas Indonesia sudah terbentuk dengan baik berkat kontribusi keduanya.
"Fondasi timnas sudah ada berkat coach Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Tugas saya sekarang adalah meningkatkan kualitas timnas dengan berfokus pada transisi dan organisasi serangan agar lebih dinamis dan langsung," ujarnya.
Bawa Misi Perubahan
Herdman menegaskan bahwa dirinya datang dengan misi untuk membawa peningkatan signifikan dalam permainan Timnas Indonesia, meski menghargai warisan yang ada.
Ia menargetkan tim agar tampil lebih cepat dalam transisi dari bertahan ke menyerang, lebih rapi dalam membangun serangan, serta lebih agresif dan efektif dalam menekan pertahanan lawan.
Pendekatan ini diharapkan mampu mengangkat level permainan Skuad Garuda di FIFA Series, serta menjadi langkah awal menuju perkembangan yang lebih besar di masa depan.