Pembalap Aprilia, Jorge Martin, menuntut adanya perbaikan pada sistem keselamatan di Sirkuit Barcelona-Catalunya. Hal ini ia sampaikan setelah mengalami kecelakaan parah dalam sesi latihan MotoGP Catalunya yang mengakibatkan dirinya menderita gegar otak ringan.
Seperti dilansir dari Bola, juara dunia MotoGP 2024 tersebut kehilangan kendali pada ban depan motornya ketika melewati Tikungan 12 yang mengarah ke kanan. Kendaraannya lalu menabrak pagar pengaman udara sebelum akhirnya terpental ke area gravel.
Kondisi area run-off yang sempit dinilai tidak memberikan ruang yang cukup bagi pembalap asal Spanyol tersebut untuk mereduksi kecepatan motornya. Akibatnya, Martin membentur fairing depan kendaraan dan sempat terlihat tidak stabil setelah mencoba berdiri.
Setelah insiden tersebut, pembalap berusia 28 tahun itu segera dievakuasi ke pusat medis demi mendapatkan pemeriksaan intensif. Tim dokter resmi MotoGP kemudian mengonfirmasi bahwa sang rider mengalami gegar otak ringan serta luka memar pada bagian lengan bawah kiri.
Meskipun pada akhirnya dinyatakan cukup fit untuk mengikuti sesi latihan start di pengujung jadwal, kecelakaan ini memicu kembali kekhawatiran mendalam mengenai standar keamanan di area sirkuit tersebut.
Martin mengungkapkan bahwa peristiwa yang dialaminya langsung memicu ingatan terhadap insiden tragis tahun 2016 yang merenggut nyawa pembalap Moto2, Luis Salom, di lokasi tikungan yang sama.
"Saya pikir sangat berbahaya mengalami kecelakaan di sana," kata Martin.
"Saya sebenarnya tidak suka mengatakannya, tetapi itu langsung mengingatkan saya kepada Luis Salom. Saat saya terjatuh, saya langsung memikirkannya."
"Untungnya motor berputar sehingga saya menghantam fairing, bukan stang atau bagian lain motor. Jelas itu area yang perlu diperbaiki karena sangat berbahaya," lanjutnya.
Kendala Suhu Ban Depan
Martin menjelaskan situasi sebelum insiden terjadi, di mana ia sedang berupaya mengoptimalkan temperatur ban ketika melakukan kekeliruan di Tikungan 12.
"Saya punya sudut kemiringan lebih besar dan pengereman lebih dalam dibanding lap sebelumnya," ujar Martin.
"Tetapi, saya santai, saya tidak sedang memaksa motor."
"Kami sangat kesulitan menaikkan temperatur ban depan pada sesi pagi. Saat sore kondisinya jauh lebih baik, kami bisa memakai ban medium, tetapi pada pagi hari sangat sulit mendapatkan temperatur dan itu membuat Anda bahkan tidak bisa memacu motor," jelasnya.
"Kalau Anda tidak memacu motor, ban tidak akan panas, dan situasinya terus berulang."
"Masalahnya memang lebih terasa di sisi kiri, tetapi di sisi kanan juga bisa terjadi. Jadi, kami harus benar-benar berhati-hati. Saat itu saya ingin berada di belakang Fabio (di Giannantonio) hanya untuk memanaskan ban, lalu saya malah jatuh," ungkap pembalap kelahiran Madrid 28 tahun silam itu.
Performa Sesi Latihan Akhir
Nasib sial kembali menimpa Martin menjelang penutupan sesi latihan utama pada Jumat sore waktu setempat, di mana ia terjatuh di Tikungan 2. Kejadian ini menempatkannya di peringkat ke-17 dalam daftar catatan waktu, sehingga ia harus melewati kualifikasi pertama (Q1) untuk kali pertama di musim ini.
Kondisi tersebut kontras dengan rekan satu timnya, Marco Bezzecchi, serta pembalap Trackhouse, Raul Fernandez, yang sukses melaju langsung ke Q2. Martin tampak kesulitan mempertahankan ritme kecepatannya selama sesi satu jam itu, meski sempat menduduki posisi kedua pada sesi latihan perdana.
Walaupun demikian, rider dengan nomor motor 89 ini memastikan bahwa dirinya tidak merasakan efek cedera lanjutan dari kecelakaan pertama saat kembali mengaspal pada sesi sore.
"Saya baik-baik saja," kata Martin.
"Saya merasa beruntung karena tidak terjadi sesuatu yang lebih buruk pagi tadi karena menurut saya itu kecelakaan yang berbahaya dan sangat mengerikan."
"Tetapi, saya baik-baik saja untuk membalap pada sesi sore dan secara fisik saya merasa sangat bagus. Pada run kedua saya bahkan tidak merasakan efek apa pun dari kecelakaan pertama," imbuh Martin.
"Memang setelah kecelakaan sore hari ada rasa sakit di beberapa bagian lain, tetapi nanti akan kami periksa lagi," katanya lagi.