Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Diprediksi Capai 143,91 Juta

Menhub memperkirakan jumlah pemudik Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang, sedikit menurun dibanding prediksi tahun sebelumnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memproyeksikan bahwa jumlah pemudik pada periode Lebaran 2026 akan mencapai 143,91 juta orang. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 1,75% dibandingkan dengan prediksi arus mudik tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 146 juta orang.

Dudy menyampaikan, berdasarkan survei, pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 50,6% dari total penduduk Indonesia, atau setara dengan 143,91 juta orang. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Ia menambahkan, realisasi jumlah pergerakan pada tahun 2025 justru mencapai 154 juta orang. Ini mengindikasikan bahwa mobilitas masyarakat selama masa Lebaran cenderung melampaui angka yang diperkirakan dalam survei.

Pergerakan pemudik terbesar diperkirakan berasal dari Jawa Barat, dengan sekitar 30,97 juta orang. Tujuan perjalanan selama arus mudik ini diperkirakan terkonsentrasi di kabupaten-kabupaten di wilayah Jawa Tengah.

Dalam lingkup Jabodetabek, daerah asal pergerakan masyarakat terbesar berada di Kabupaten Bogor sebesar 5,35 juta orang, diikuti Kabupaten Tangerang. Provinsi tujuan favorit masyarakat Jabodetabek adalah Jawa Tengah.

Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi masih menjadi pilihan utama pemudik dengan 76,24 juta orang (52,98% pemudik), diikuti sepeda motor dengan 24,08 juta orang (16,74%) dan bus dengan 23,34 juta orang (16,22%).

Sebagian besar pengguna mobil memanfaatkan jalan tol, mencapai 50,63 juta orang. Pengendara sepeda motor cenderung memilih jalur alternatif di luar jalur utama, yaitu sebesar 8,65 juta orang.

Jumlah pemudik yang menggunakan kapal penyeberangan diperkirakan mencapai 6,40 juta orang (4,45%), pesawat 4,98 juta orang (3,46%), KA Antar Kota 4,79 juta orang (3,33%), KA Perkotaan 2,17 juta orang (1,51%), Kapal Laut 926,12 ribu orang (0,64%), KA Cepat 682,90 ribu orang (0,47%), dan lainnya 262,27 ribu orang (0,18%).

Diharapkan dengan diterapkannya Work From Anywhere pada tanggal 16-17 Maret pada masa arus mudik, masyarakat dapat berangkat lebih awal dimulai dari H-8 yaitu Jumat tanggal 13 Maret 2026.

"Untuk masa arus balik dengan penerapan Work From Anywhere pada tanggal 25-26-27 Maret, diharapkan mampu mengurai kepadatan pergerakan kembali pemudik. Pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran akan dimulai pada hari Jumat tanggal 13 Maret hingga 30 Maret 2026 dan berlangsung selama 18 hari," kata Dudy.

Recommended