Juninho Pernambucano Lampaui Messi dalam Tendangan Bebas?

Juninho Pernambucano disebut sebagai eksekutor tendangan bebas terbaik sepanjang masa, melampaui Lionel Messi dan Pele. Bagaimana kisahnya?

Menjelang FIFA Series 2026 di Jakarta, antusiasme penggemar sepak bola meningkat. Turnamen ini menjadi debut Timnas Indonesia di bawah pelatih John Herdman setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Sebagai tuan rumah, Skuad Garuda akan berhadapan dengan Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis dalam format semifinal dan final. Indonesia akan melawan Saint Kitts and Nevis di semifinal, sementara Bulgaria menghadapi Kepulauan Solomon. Potensi partai puncak mempertemukan Indonesia dan Bulgaria sangat mungkin terjadi.

Berbicara tentang Bulgaria, nama Hristo Stoichkov, legenda sepak bola mereka, pasti terlintas. Stoichkov bersinar di Piala Dunia 1994, membawa Bulgaria ke semifinal dan menjadi top skor dengan enam gol. Kaki kirinya yang mematikan dan keahliannya dalam tendangan bebas menjadi ciri khasnya, baik saat membela Barcelona maupun Parma.

Namun, dalam daftar eksekutor tendangan bebas terbaik sepanjang masa versi GiveMeSport, nama Stoichkov bahkan tidak masuk lima besar. Nama-nama besar seperti Diego Maradona, David Beckham, dan Cristiano Ronaldo pun tak ada.

Menariknya, Juninho Pernambucano dan Victor Legrottaglie justru menempati posisi teratas, bahkan disebut mengungguli Lionel Messi dan Pele dalam hal gol dari tendangan bebas.

Ronaldinho mencetak salah satu gol tendangan bebas paling ikonik di Piala Dunia 2002 saat Brasil melawan Inggris. Dari sudut sempit, Ronaldinho melepaskan tembakan melambung yang mengecoh kiper Inggris, David Seaman.

Gol tersebut memicu perdebatan tentang kesengajaan. Ronaldinho dalam wawancaranya kepada FIFA yang dikutip Mirror, menegaskan bahwa ia memang berniat menembak ke arah gawang, meski tidak persis seperti yang terjadi. Ia mengincar sisi lain, tetapi bola melaju terlalu keras dan berbelok lebih jauh saat di udara.

Ronaldinho mengakui adanya unsur keberuntungan dalam gol itu. Namun, ia menekankan niatnya untuk langsung menembak setelah melihat posisi kiper. "Gol tetaplah gol," ujarnya.

Momen itu menjadi salah satu kenangan paling melekat dari Piala Dunia 2002 dan mempertegas reputasi Ronaldinho sebagai maestro bola mati.

Victor Legrottaglie

Victor Legrottaglie menghabiskan 21 tahun karier profesionalnya di Argentina, sebagian besar bermain untuk Gimnasia y Esgrima.

Menurut Sportskeeda, Legrottaglie diminati Real Madrid, Inter Milan, dan New York Cosmos, tetapi ia menolak pindah dari tanah airnya.

Meskipun tidak pernah mewakili negaranya, mencetak lebih banyak gol dari tendangan bebas daripada Maradona dan Beckham, serta jumlah yang sama dengan Ronaldinho, adalah prestasi yang luar biasa.

Rekor gol Pele dari tendangan bebas adalah pengingat lain tentang kehebatannya. Legenda Brasil ini menghabiskan 18 tahun yang sangat sukses di Santos sebelum mengakhiri kariernya di Amerika Serikat dengan masa singkat di New York Cosmos. Ia memiliki kemampuan menendang bola ke gawang dengan keras dan melengkungkan bola ke kedua arah.

Pele bisa dibilang sebagai pesepakbola terhebat sepanjang masa, tetapi dia bukanlah pengambil tendangan bebas terhebat, dengan rekornya tujuh gol lebih sedikit dari pemain Brasil lainnya.

Lionel Messi

Messi membuat tendangan bebas terlihat seperti penalti sejak debutnya untuk Barcelona pada tahun 2003.

Pemain Argentina itu mencetak 50 gol dari tendangan bebas untuk raksasa Catalan tersebut.

Di usia 38 tahun, ia terus membuat tendangan bebas terlihat mudah meskipun mendekati akhir kariernya. Saat tulisan ini dibuat, ia telah mencetak tujuh gol tendangan bebas untuk Inter Miami.

Juninho Pernambucano

Juninho Pernambucano kerap disebut sebagai GOAT dalam urusan tendangan bebas. Reputasi itu dibangun lewat ratusan eksekusi bola mati mematikan sepanjang kariernya, terutama saat bersinar di Ligue 1.

Dalam wawancara dengan FourFourTwo pada 2018, Juninho mengungkap bahwa kemampuannya tak datang secara instan. Ia lebih banyak bermain futsal hingga usia 13 tahun dan belum cukup kuat untuk mencetak gol dari tendangan bebas. Ia mulai rutin mengambil eksekusi bola mati di usia remaja, namun baru benar-benar menyempurnakan tekniknya setelah pindah ke Prancis.

Meski sering disebut yang terbaik sepanjang masa, Juninho merendah. Ia merasa sulit mengukur siapa yang paling hebat dalam sejarah. Menurutnya, yang ada hanyalah pengambil tendangan bebas terbaik pada masanya. Ia bahkan mempertanyakan bagaimana dirinya bisa dibandingkan dengan nama-nama besar seperti David Beckham atau Sinisa Mihajlovic.

Bagi Juninho, yang terpenting adalah kerja kerasnya terbayar dan mungkin, pada satu periode tertentu, ia memang yang terbaik dalam hal itu.

Recommended