Jurgen Klopp mengakhiri kebersamaannya selama hampir satu dekade dengan Liverpool di Anfield, memutuskan untuk beristirahat dari dunia kepelatihan.
Marc Kosicke, agen Jurgen Klopp, mengungkapkan bahwa kliennya sempat didekati oleh Manchester United (MU) dan Chelsea setelah meninggalkan Liverpool pada musim panas 2024.
Kosicke juga menyatakan bahwa Klopp menolak kesempatan untuk melatih tim nasional Inggris setelah Gareth Southgate pergi. Kosicke menyatakan bahwa untuk saat ini, Klopp sangat menikmati peran barunya dan belum berencana untuk kembali melatih.
“Saat ini, saya tidak melihat itu akan terjadi, karena dia sangat bahagia dengan peran barunya dan di lingkungan ini,” ujar Kosicke.
“Mungkin suatu saat dia akan mengatakan bahwa dia rindu suasana ruang ganti lagi. Namun, saat ini dia sangat, sangat bahagia dengan perannya."
“Sebelum bergabung dengan Red Bull, Jurgen bisa saja melatih tim nasional Amerika Serikat atau Inggris. Mungkin juga Jerman, jika Julian Nagelsmann belum berada di sana,” lanjutnya.
Setelah meninggalkan Liverpool, Jurgen Klopp sekarang menjabat sebagai global head of football untuk grup Red Bull GmbH, beralih dari tugas kepelatihan langsung menjadi tanggung jawab manajerial yang lebih luas.
Kosicke menegaskan bahwa meskipun ada minat dari klub-klub besar Inggris, Klopp tetap konsisten dengan keputusannya.
“Bahkan Chelsea dan Manchester United sempat melakukan pendekatan, meskipun Jurgen sudah dengan jelas menyatakan bahwa dia tidak akan melatih klub lain di Inggris," ujar Kosicke.
"Pendekatan-pendekatan itu tidak berhenti. Jurgen telah mengalami metamorfosis, beralih dari pelatih dengan perspektif luas menuju tanggung jawab manajemen yang lebih besar," lanjutnya.
Chelsea membantah klaim bahwa mereka sempat menyatakan minat terhadap Klopp.
Dua Kali Hampir ke Bayern Munchen
Kosicke juga mengungkapkan bahwa Bayern Munchen hampir merekrut Klopp dalam dua kesempatan berbeda.
“Bayern sangat dekat untuk merekrut kami dua kali,” ujar Kosicke.
"Sekali pada 2008, Uli Hoeness menginginkan Jurgen Klopp, tetapi Karl-Heinz Rummenigge menginginkan Jurgen Klinsmann.”
Kesempatan kedua datang setelah pemecatan Niko Kovac pada November 2019, saat Klopp masih menangani Liverpool.
“Dan setelah Niko Kovac, ketika Jurgen masih di Liverpool, mereka mendekati kami lagi. Tidak ada yang menyangka semuanya akan sesukses itu dengan Hansi Flick. Saat itu memang bukan momentum yang tepat,” lanjutnya.
Bantah Isu ke Real Madrid
Jurgen Klopp menegaskan bahwa ia belum memiliki rencana untuk kembali melatih dalam waktu dekat, meskipun sempat dikaitkan dengan Real Madrid.
“Saya tidak berharap akan berubah pikiran, tetapi saya tidak tahu. Kami sedang membangun rumah sekarang dan istri saya ingin memiliki ruang trofi yang sangat besar," ujar Klopp.
"Ada satu ruangan kecil lainnya dan saya berkata, ‘Ini sudah cukup karena kami tahu berapa banyak trofi yang kami miliki, kami tidak akan menambahnya lagi’," lanjutnya.
Klopp menutup dengan pernyataan: “Mungkin terdengar arogan, tetapi saya tahu saya bisa melatih sebuah tim sepak bola. Namun saya tidak harus melakukannya sampai hari terakhir hidup saya.”
Untuk saat ini, Jurgen Klopp menikmati babak baru dalam kariernya, jauh dari tekanan lapangan.