Kanada Tolak Visa Tiga Pejabat Federasi Sepak Bola Palestina

Tiga pejabat PFA termasuk Jibril Rajoub dilarang masuk Kanada menjelang Kongres FIFA April 2026 di Vancouver, memicu kekhawatiran akses Piala Dunia.

Otoritas imigrasi Kanada menolak permohonan visa masuk tiga pejabat tinggi Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) menjelang pertemuan anggota FIFA di Vancouver yang dijadwalkan pada akhir April 2026. Penolakan ini menghalangi kehadiran delegasi tersebut dalam agenda penting organisasi sepak bola dunia tersebut.

Dilansir dari Bola, delegasi yang gagal mendapatkan visa mencakup Presiden PFA Jibril Rajoub, sekretaris jenderal, serta kepala urusan hukum asosiasi. Penahanan izin masuk ini terjadi saat Vancouver tengah bersiap menyelenggarakan Kongres tahunan FIFA pada 30 April 2026.

Aksi penolakan tersebut memicu kekhawatiran terkait aksesibilitas negara-negara peserta menuju putaran final Piala Dunia 2026. Turnamen besar itu rencananya akan diselenggarakan secara kolaboratif oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni mendatang.

Pihak PFA secara resmi telah meminta intervensi FIFA untuk menjembatani komunikasi dengan otoritas imigrasi setempat guna menyelesaikan hambatan tersebut. Delegasi Palestina awalnya berniat menggunakan forum di Vancouver untuk merespons laporan FIFA mengenai status klub-klub di wilayah Tepi Barat.

Laporan FIFA yang diterbitkan pada Maret 2026 sebelumnya menyatakan tidak akan mengambil tindakan hukum terhadap klub-klub tertentu di wilayah sengketa. Jibril Rajoub bahkan sempat merencanakan upaya membawa persoalan tersebut ke pengadilan arbitrase olahraga (CAS).

Menanggapi situasi ini, pihak Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada (IRCC) menegaskan bahwa setiap permohonan diproses secara individu. Mereka tidak memberikan komentar spesifik mengenai alasan penolakan terhadap pejabat PFA tersebut.

"Permohonan dipertimbangkan secara kasus per kasus berdasarkan informasi yang disampaikan pemohon. Semua pemohon wajib memenuhi persyaratan kelayakan dan penerimaan sebagai bagian dari proses, tanpa memandang kewarganegaraan," ujar juru bicara IRCC.

Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya telah menjamin bahwa tidak akan ada kendala perjalanan bagi tim maupun suporter selama penyelenggaraan Piala Dunia. FIFA mengklaim terus bekerja sama dengan tiga negara tuan rumah untuk memastikan semua pihak dapat masuk tanpa hambatan diskriminatif.

Recommended