Arus pelayaran energi global mulai menunjukkan pergerakan terbatas melalui Selat Hormuz pada Rabu, 15 April 2026, di tengah blokade ketat Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran. Sejumlah kapal tanker dari berbagai negara Asia dilaporkan berhasil melintasi jalur strategis tersebut meskipun situasi keamanan masih tidak menentu akibat pecahnya perang.
Blokade yang berlangsung sejak akhir Februari 2026 ini telah menekan distribusi minyak dunia mengingat Selat Hormuz biasanya menjadi jalur bagi seperlima ekspor energi global. Dilansir dari Detik Finance, kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) bernama Agios Fanourios I berbendera Malta tercatat memasuki teluk pada Rabu (15/4) untuk memuat minyak mentah di Irak.
Pelayaran tersebut merupakan upaya kedua kapal tersebut setelah sempat tertahan sejak gencatan senjata berlangsung. Kapal yang membawa minyak mentah Basra tersebut dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan menuju Vietnam untuk memenuhi kebutuhan energi di negara tersebut.
| Nama Kapal | Negara Tujuan | Tanggal Melintas | Komoditas |
|---|---|---|---|
| Agios Fanourios I | Vietnam | 15 April 2026 | Minyak Mentah |
| Serifos | Malaysia | 10 April 2026 | Minyak Mentah |
| Cospearl Lake | China | 11 April 2026 | Minyak Mentah |
| Shalamar | Pakistan | 12 April 2026 | Minyak Mentah |
| BW Tyr | India | April 2026 | LPG |
Malaysia juga mengamankan pasokan energinya melalui kapal tanker Serifos yang melewati jalur alternatif di Pulau Larak milik Iran pada 10 April 2026. Kapal pembawa minyak mentah dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ini dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Malaka pada 21 April 2026 mendatang.
Selain Serifos, kapal tanker Ocean Thunder yang memuat satu juta barel minyak dari Irak telah melintasi selat pada 5 April 2026. Penjagaan ketat Iran memberikan izin khusus kepada tujuh kapal terkait Malaysia untuk melewati wilayah perairan yang sedang dalam pengawasan militer tersebut.
Sektor perdagangan China turut menggerakkan kapal Cospearl Lake dan He Rong Hai yang keluar dari selat pada 11 April 2026 di bawah sewa unit dagang Sinopec. Aliran minyak mentah dari Arab Saudi ini sebagian besar akan dibongkar di Myanmar sebelum dialirkan menuju kilang-kilang di wilayah Yunnan.
India mencatatkan volume pelintasan yang signifikan dengan dua kapal VLCC dan dua tanker Suezmax yang keluar dari Teluk sepanjang Maret hingga April 2026. Selain minyak mentah untuk Reliance Industries, kapal BW Tyr dan BW Elm juga berhasil membawa sekitar 94.000 metrik ton gas LPG ke pelabuhan-pelabuhan di India.
Pakistan dan Thailand melaporkan keberhasilan serupa melalui koordinasi diplomatik yang intensif dengan otoritas Iran. Tanker Shalamar dan Khairpur milik Pakistan memasuki teluk pada 12 April 2026, sementara kapal milik Bangchak Corporation asal Thailand dibebaskan dari biaya tambahan blokade setelah adanya kesepakatan antarnegara.