Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menyatakan bahwa tujuh kapal tanker milik Petronas dan Sapura Energy sedang menunggu giliran untuk melintasi Selat Hormuz.
Menurut laporan Bernama, ketujuh kapal tersebut masih menunggu kesempatan yang aman untuk melanjutkan perjalanan mereka. Hasan menjelaskan bahwa pemerintah Iran telah memberikan sinyal positif atas permintaan Malaysia agar kapal-kapal tersebut diizinkan melanjutkan perjalanan.
"Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan saya telah menghubungi kolega kami, dan mereka mengkonfirmasi bahwa tidak ada masalah bagi kapal-kapal kami untuk melanjutkan perjalanan. Namun, kapal tanker harus menunggu giliran mereka," kata Mohamad, seperti dikutip dari Bernama, Sabtu (28/3/2026).
Hasan menambahkan, prioritas utama adalah memastikan keselamatan semua kapal yang melintas, mengingat situasi tegang di Selat Hormuz dan lalu lintas kapal yang padat. Potensi gangguan komunikasi dapat memicu insiden yang tidak diinginkan.
Menurutnya, keterlambatan perjalanan ini disebabkan oleh kurangnya koordinasi dan gangguan komunikasi di tengah situasi konflik yang berpotensi memengaruhi penyampaian instruksi.
"Terkadang arahan dari Teheran mungkin tidak sampai ke Selat secara efektif karena keterbatasan komunikasi selama konflik," jelasnya.
Hasan juga menyampaikan bahwa komunikasi dengan warga Malaysia di Iran juga terbatas akibat gangguan jaringan, meskipun keselamatan mereka terus dipantau. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan Umrah tidak mengalami pembatasan karena wilayah udara Saudi tetap terbuka.
Menutup keterangannya, Hasan mengimbau masyarakat Malaysia untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak di tengah situasi yang tidak pasti ini. "Jika memungkinkan untuk ditunda, lebih baik ditunda dalam situasi saat ini. Namun, penerbangan masih beroperasi seperti biasa bagi mereka yang telah melakukan pengaturan sebelumnya," pungkasnya.