Peluang Neymar membela Timnas Brasil pada Piala Dunia 2026 semakin menipis. Bintang berusia 34 tahun ini berisiko menghadapi sanksi larangan bermain hingga 12 pertandingan, menyusul komentar kontroversial yang ditujukan kepada wasit.
Insiden tersebut terjadi setelah Santos mengalahkan Remo dengan skor 2-0 pada Jumat WIB. Meskipun timnya meraih kemenangan, Neymar terlihat kesal setelah terlibat adu argumen dengan wasit Savio Pereira Sampaio, seperti dilansir dari Bola.
Dalam pertandingan itu, Neymar menerima kartu kuning ketiganya dalam empat laga, yang menyebabkan dirinya absen di pertandingan berikutnya melawan Flamengo. Namun, fokus utama kini tertuju pada ucapannya setelah pertandingan, yang berpotensi memicu sanksi berat.
Neymar merasa bahwa keputusan wasit tidak adil terhadapnya. Ia menjelaskan, "Itu sangat tidak adil karena saya dilanggar dari belakang. Itu sangat tidak sportif, tidak perlu dilakukan, apalagi di akhir pertandingan."
"Dan itu bukan pertama kali, mungkin sudah ketiga atau keempat kalinya, jadi saya hanya mendekat untuk mengeluh dan langsung mendapat kartu," tambah mantan bintang Barcelona dan Paris Saint-Germain tersebut.
Komentar Neymar kemudian menjadi sorotan tajam karena dinilai bernada seksisme. "Bagaimanapun, Savio memang selalu seperti itu. Saya pikir dia bangun… (tertawa) bagaimana mengatakannya… bangun dalam keadaan sensitif (period, masa menstruasi) dan datang ke pertandingan seperti itu hari ini," ujarnya.
Ancaman Hukuman Berat dan Dampaknya
Tidak hanya itu, Neymar juga menganggap wasit Savio Pereira Sampaio cenderung ingin menjadi pusat perhatian. "Dia tipe wasit yang ingin menjadi bintang pertandingan, sangat kurang menghormati semua pemain," tutur Neymar.
Ia menambahkan bahwa wasit tidak hanya bersikap demikian kepadanya, tetapi juga kepada pemain Remo, dan menolak untuk berdialog. "Hal seperti ini harus diperbaiki. Dia yang memimpin pertandingan, harus mengendalikan semuanya."
"Terkadang kami akan mengeluh, itu bagian dari sepak bola, bertanya dan mempertanyakan. Dia harus tahu bagaimana menyikapinya. Jika seperti ini, jadinya sangat tidak menyenangkan dan tidak menghormati," pungkasnya.
Komentar tersebut dapat mengakibatkan Neymar dikenai hukuman berat, bahkan mencapai 12 pertandingan. Jika sanksi ini benar-benar dijatuhkan, peluangnya untuk kembali memperkuat skuad Brasil akan semakin kecil, apalagi pelatih Carlo Ancelotti kemungkinan besar tidak akan memasukkannya dalam pertimbangan dalam waktu dekat.
Kasus Serupa di Sepak Bola Brasil
Insiden serupa pernah terjadi di dunia sepak bola Brasil sebelumnya. Bek Red Bull Bragantino, Gustavo Marques, dijatuhi larangan bermain selama 12 pertandingan akibat melontarkan komentar seksisme kepada wasit wanita, Daiane Muniz.
Saat itu, Marques menyatakan, "Saya pikir federasi harus melihat pertandingan sebesar ini dan tidak menunjuk wasit perempuan." Ia melanjutkan, "Dengan segala hormat kepada perempuan di seluruh dunia, saya punya istri, juga ibu, saya minta maaf jika ini terdengar buruk, tetapi saya tidak merasa dia memiliki kapasitas untuk memimpin pertandingan ini."
Meskipun Marques kemudian menyampaikan permintaan maaf, otoritas sepak bola tetap menjatuhkan sanksi tegas atas ucapannya. Kini, Neymar menghadapi situasi serupa. Hukuman berat tidak hanya akan mempengaruhi kariernya di level klub, tetapi juga dapat menutup peluangnya untuk tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.