Karim Benzema Kritik Lemahnya Kerja Sama Tim Real Madrid

Legenda klub Karim Benzema menyoroti kurangnya kolektivitas permainan Real Madrid di tengah ancaman kegagalan meraih trofi utama pada musim 2026.

Legenda sepak bola Karim Benzema menyoroti penurunan performa Real Madrid yang kini terancam mengakhiri musim 2026 tanpa trofi utama setelah tersingkir dari Liga Champions pada Sabtu (25/4/2026). Ia menilai aspek kolektivitas menjadi kendala terbesar bagi skuat asuhan Alvaro Arbeloa.

Kritik tersebut muncul seiring dengan posisi klub yang tertinggal jauh dalam persaingan gelar juara La Liga musim ini. Dilansir dari Bola, kondisi internal tim dilaporkan mulai tidak kondusif akibat rentetan hasil negatif yang melanda raksasa Spanyol tersebut.

Benzema membandingkan situasi mantan klubnya itu dengan Paris Saint-Germain yang dinilai memiliki struktur permainan lebih solid sebagai satu kesatuan. Ia melihat pemain PSG mampu memberikan dampak konsisten meskipun pelatih melakukan rotasi besar pada babak kedua.

"Di Madrid lebih rumit karena mereka tidak bermain terlalu sebagai tim. PSG bukan tim yang hanya berisi bintang, kecuali Ousmane Dembele. Tetapi mereka menekan, bertahan, menyerang, dan berlari," kata Karim Benzema, mantan penyerang Real Madrid.

Mantan pemain timnas Prancis tersebut menegaskan bahwa keberhasilan sebuah tim besar tidak hanya bergantung pada kualitas individu, melainkan kerja keras kolektif. Menurutnya, semua pemain di PSG, baik inti maupun cadangan, telah memahami peran masing-masing tanpa adanya konflik internal.

Benzema juga merefleksikan pengalamannya saat berduet dengan Cristiano Ronaldo di masa lalu sebagai contoh sinergi yang baik. Meskipun harus berbagi peran sebagai pelatih lini depan, ia mengaku banyak belajar mengenai pergerakan tanpa bola dan teknik menekan lawan dari bintang asal Portugal tersebut.

Saat ini Real Madrid tengah menghadapi tekanan publik yang besar mengingat standar tinggi klub yang belum terpenuhi sepanjang kompetisi musim ini. Posisi Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala kini berada di bawah pengawasan ketat manajemen klub menyusul kegagalan di kancah Eropa.

Recommended