Karier Kasper Schmeichel di ambang akhir lebih cepat dari perkiraan akibat cedera parah. Kiper Celtic ini mengungkapkan bahwa cedera tersebut memerlukan pemulihan yang panjang, bisa mencapai satu tahun.
Saat menjadi pundit tamu di CBS Sports, Schmeichel menyatakan bahwa dirinya harus menjalani dua operasi untuk memulihkan cedera bahunya.
"Saya harus menjalani dua operasi untuk memperbaiki bahu," kata Schmeichel.
Ia menjelaskan bahwa cedera yang dialaminya meliputi robekan bisep, rotator cuff, dislokasi bahu, dan robekan labrum. Menurutnya, semua bagian tersebut mengalami kerusakan.
Ia menggambarkan tingkat keparahan cederanya dengan perbandingan ekstrem, "Mungkin supaya lebih mudah dipahami, ini seperti pemain outfield yang mengalami cedera ACL dan Achilles secara bersamaan."
Proses rehabilitasi diperkirakan akan memakan waktu antara 10 hingga 12 bulan.
"Sepak bola adalah segalanya bagi saya. Ini seluruh hidup saya, ini identitas saya," ujarnya.
Schmeichel mengakui adanya kemungkinan bahwa pertandingan terakhirnya sebagai pesepak bola profesional telah dimainkan.
"Saya mungkin sudah memainkan pertandingan terakhir dalam karier saya," ucapnya.
"Saya sudah menjadi pesepak bola sejak lahir. Ini sangat menyakitkan. Sangat sulit untuk mencerna semua ini saat ini," imbuhnya.
Terakhir kali ia bermain adalah pada 22 Februari lalu, saat Celtic kalah 1-2 dari Hibernian.
Dengan perkiraan pemulihan yang lama, Schmeichel berpotensi absen dari Piala Dunia 2026 jika Denmark lolos melalui play-off zona UEFA.
Seharusnya, Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ketiganya setelah edisi 2018 dan 2022. Saat ini, kiper berusia 39 tahun itu telah mengoleksi 120 caps bersama Timnas Denmark, terbanyak kelima sepanjang sejarah. Catatan itu hanya kalah dari Dennis Rommedahl, ayahnya Peter Schmeichel, Simon Kjaer, dan Christian Eriksen.
Cedera berat ini bisa saja mengakhiri kariernya dan membuatnya tak lagi menambah jumlah caps tersebut.
Masih Ingin Berjuang
Meskipun menghadapi kemungkinan terburuk, Schmeichel belum menyerah dan bertekad menjalani proses pemulihan demi peluang kembali bermain.
"Saya mendapat kabar bahwa ini berpotensi menjadi akhir karier saya karena usia," katanya.
"Saat saya kembali nanti, saya bisa saja sudah berusia di atas 40 tahun."
Ia menegaskan tekadnya untuk terus berjuang. "Saya tumbuh di generasi pemain yang bermain dengan hati dan tetap bermain, meski cedera. Saya sudah melewati banyak cedera, dan sekarang pikiran saya bilang, saya akan memberikan segalanya untuk mencoba kembali."
"Itu mungkin akan menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier saya jika bisa kembali dari cedera seperti ini."
"Saya akan berjuang, mencoba segala cara. Saya akan menjalani rehabilitasi," tutur mantan kiper Leeds dan Leicester City itu.
Schmeichel juga mengungkapkan bahwa operasi pertamanya dijadwalkan berlangsung Jumat mendatang, sebelum menjalani tindakan lanjutan sesuai rekomendasi tim medis.
Reaksi sang Ayah
Momen emosional terjadi saat pengakuan tersebut disampaikan bersama sang ayah, Peter Schmeichel, yang juga hadir dalam siaran tersebut.
Peter mengaku terpukul melihat kondisi putranya, terutama jika kariernya harus berakhir dengan cara seperti ini.
"Apa pun situasi yang dia hadapi, saya selalu berusaha ada untuknya sebagai seorang ayah," ujar Peter.
"Saya tidak ingin ini berakhir dengan cedera seperti itu."
Ia menekankan betapa beratnya cedera bahu bagi seorang penjaga gawang. "Cedera bahu bagi kiper, Anda tidak bisa membayangkan seberapa parah itu. Setiap kali Anda melakukan diving ke sisi tersebut, Anda akan mendarat di sana," kata mantan kiper Manchester United itu.
"Ini sangat serius. Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu Kasper?" katanya lagi.