Kelme Luncurkan Jersey Baru Timnas Indonesia 12 Maret 2026

Kelme akan meluncurkan jersey baru Timnas Indonesia di Plaza Utara GBK, Jakarta Pusat, pada 12 Maret 2026 sore WIB.

Para penggemar Timnas Indonesia akan segera menyaksikan jersey baru yang akan dikenakan Skuad Garuda. Kelme dijadwalkan meluncurkan seragam anyar tersebut di Plaza Utara Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Maret 2026 sore WIB.

Acara peluncuran ini akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, Chairman dan CEO Kelme Global, Clinton K.E., Ketua PSSI, Erick Thohir, serta brand ambassador Kelme Indonesia, Shayne Pattynama.

Sebelumnya, akun Instagram Kelme Indonesia, Timnas Indonesia, dan Garuda Store telah memberikan sedikit bocoran mengenai desain jersey baru tersebut. Salah satu yang ditonjolkan adalah pola kerah pada seragam anyar.

Dalam sejarahnya, PSSI telah beberapa kali bekerja sama dengan apparel lokal sejak 1960 hingga 1990-an, sebelum akhirnya dilirik oleh perusahaan penyedia jersey sepak bola raksasa dunia seperti Adidas dan Nike. Kedua perusahaan besar ini pada awalnya lebih tertarik mensponsori negara-negara elite.

Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, Timnas Indonesia sering menggunakan kostum dengan logo brand besar seperti Adidas, Diadora, atau Nike, meskipun jersey tersebut dibeli PSSI dari distributor tanpa ikatan bisnis formal.

Nugraha Besoes, Sekjen PSSI di era Azwar Anas dan Nurdin Halid, mengungkapkan, "Paling mentok PSSI minta harga diskon dari mereka. Mereka belum menghitung kita sebagai mitra bisnis yang menguntungkan."

Untuk mengatasi pengeluaran besar dalam membeli jersey, PSSI bermitra dengan garmen lokal untuk menduplikasi kostum-kostum dengan logo brand besar. Bambang Sucipto, mantan pengurus Persija Jakarta yang memiliki bisnis garmen, intens memasok jersey replika untuk Timnas Indonesia.

Sudirman, bintang Timnas Indonesia di era 1990-an, bercerita, "Kalau dilihat dari jauh, kelihatannya sama. Tapi, kalau sudah memakainya, langsung rasanya beda. Kostum timnas produksi garmen lokal bahannya agak tebal dan cenderung berat. Mungkin tujuannya biar awet, walau malah bikin pemain kepanasan."

Patar Tambunan, pilar Skuad Garuda di SEA Games 1987, menambahkan sambil terkekeh, "Mungkin sekarang kalau dipakai, malu rasanya."

Meskipun kualitasnya di bawah produk asli, para pemain Timnas Indonesia pada periode itu tetap merasa bangga. Bambang Nurdiansyah, striker Timnas Indonesia yang sukses meraih medali emas SEA Games 1991, mengungkapkan, "Kualitas nomor dua, yang paling penting momennya. Kostum yang kami pakai punya banyak kenangan. Hal itu tak terbayar dengan apa pun."

Memasuki periode awal 2000-an, Timnas Indonesia mulai dilirik perusahaan apparel asing, meskipun pasokan kostumnya hanya sebatas kerja sama barter. Pada periode 2000 hingga 2003, Timnas Indonesia pernah menggunakan kostum bermerek Nike dan Adidas.

Pada Piala Asia 2003, asisten manajer Timnas Indonesia, Muhammad Ghazali, melakukan terobosan dengan mensponsori jersey Skuad Garuda melalui brand pakaiannya, "Ghazali Sports". Timnas Indonesia pun menggunakan jersey bermerek lokal tersebut saat berlaga di China.

Ivan Kolev, pelatih Timnas Indonesia saat itu, dan para pemain tidak mempermasalahkan kualitas bahan jersey yang dipakai. Ponaryo Astaman, gelandang Timnas Indonesia saat itu, mengatakan, "Lumayan enak dipakai, tidak seberat jersey yang dipakai klub."

Selain dipakai di Piala Asia 2004, jersey dengan brand Ghazali Sports juga sempat digunakan pada Kualifikasi Piala Dunia 2006.

Piala AFF 2004 menjadi momen membanggakan bagi Timnas Indonesia karena untuk pertama kalinya menggunakan jersey brand besar dengan kontrak bisnis yang menguntungkan. Adidas menjalin kontrak kerja sama dengan PSSI selama dua tahun.

Nurdin Halid, Ketua PSSI saat itu, menyatakan, "Ketertarikan Adidas mensponsori Timnas Indonesia sebuah kebanggaan bagi PSSI. Tak usah saya sebut nominal kontraknya, pastinya angkanya sangat bagus."

Setelah kontrak dengan Adidas habis, Nike langsung menyodorkan kontrak jangka panjang dengan nilai yang lebih besar. Perusahaan asal Amerika Serikat itu kabarnya menggelontorkan dana Rp10 miliar per tahun untuk kerja sama bisnis dengan PSSI hingga 2019.

Sejak 2022, Timnas Indonesia bekerja sama dengan Erspo, brand lokal. Kerja sama PSSI dengan Erspo terjalin selama dua tahun dengan nilai kontrak senilai Rp16,5 miliar.

Recommended