Kemacetan Gilimanuk: Pengusaha Soroti Sistem Kedatangan Kendaraan

Pengusaha angkutan penyeberangan menyoroti sistem kedatangan kendaraan yang belum tertata sebagai penyebab kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk.

Kemacetan panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk menjadi perhatian pengusaha angkutan penyeberangan. Antrean kendaraan yang hendak menyeberang dilaporkan mencapai puluhan kilometer, terjadi di tengah puncak arus mudik dan menjelang penutupan pelabuhan terkait Hari Raya Nyepi.

Ketua Umum DPP Gapasdap, Khoiri Soetomo, menjelaskan bahwa kemacetan ini disebabkan oleh pertemuan dua arus besar, yakni arus mudik Lebaran dan arus keluar masyarakat Bali menjelang Nyepi. Kondisi ini menyebabkan lonjakan volume kendaraan secara signifikan.

Khoiri Soetomo dalam keterangannya, Senin (16/3/2026), juga menyoroti sistem kedatangan kendaraan ke pelabuhan yang belum tertata optimal. "Masalah utama bukan hanya lonjakan kendaraan, tetapi juga belum tertatanya sistem kedatangan kendaraan ke pelabuhan serta belum seimbangnya pertambahan armada kapal dengan pembangunan dermaga, baik dari sisi jumlah, kualitas, maupun kapasitas," kata Khoiri.

Moda transportasi penyeberangan dinilai masih sangat terbuka, memungkinkan kendaraan langsung menuju pelabuhan tanpa tiket atau kode booking. Akibatnya, kendaraan datang bersamaan dalam jumlah besar tanpa pengaturan waktu yang jelas. Pelabuhan pun tidak memiliki mekanisme memadai untuk mengendalikan arus kendaraan dari hulu.

Peningkatan infrastruktur jalan, termasuk jalan tol, mempercepat arus kendaraan menuju pelabuhan. Namun, peningkatan kapasitas dermaga belum seimbang dengan perkembangan tersebut.

Kondisi ini menyebabkan bottleneck dan antrean panjang yang tak terhindarkan. Antrean meluas hingga ke jalan nasional.

"Jalan tol mempercepat kendaraan menuju pelabuhan, tetapi kapasitas dermaga belum bertambah secara seimbang. Ketika dermaga menjadi titik sempit, antrean kendaraan tidak terelakkan dan jalan menuju pelabuhan berubah menjadi ruang parkir kendaraan," jelas Khoiri.

Khoiri menegaskan perlunya perhatian bersama agar masalah ini tidak berulang setiap tahun. Gapasdap memandang perlunya langkah sistemik dalam pembenahan transportasi penyeberangan. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain:

  • Penambahan kapasitas dermaga
  • Penataan sistem kedatangan kendaraan menuju pelabuhan
  • Penerapan kewajiban tiket atau kode booking sebelum kendaraan menuju pelabuhan
  • Penyediaan buffer zone atau area penyangga kendaraan sebelum memasuki kawasan pelabuhan

Selain itu, Khoiri juga menekankan pentingnya integrasi antara pembangunan infrastruktur jalan dan pengembangan kapasitas pelabuhan. Hal ini bertujuan agar sistem transportasi penyeberangan dapat berjalan lebih seimbang dan efisien.

Recommended