UEA Halau Serangan Iran Menggunakan Sistem Pertahanan Udara Israel

Uni Emirat Arab berhasil mencegat belasan rudal dan drone Iran menggunakan sistem Iron Dome pada Senin waktu setempat.

Uni Emirat Arab (UEA) berhasil menghalau serangan udara berskala besar yang diluncurkan oleh Iran pada Senin waktu setempat dengan mengoperasikan teknologi pertahanan canggih buatan Israel. Penggunaan sistem tersebut dilakukan untuk melindungi wilayah kedaulatan Abu Dhabi dari ancaman proyektil lintas batas.

Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa unit pertahanan udara mereka sukses melumpuhkan 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, serta empat unit drone. Dilansir dari Detik iNET, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa rentetan ledakan akibat pencegatan terjadi di beberapa titik, namun tidak menimbulkan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Laporan dari CNN menyebutkan bahwa salah satu rudal Iran ditembak jatuh secara spesifik oleh sistem Iron Dome milik Israel yang ditempatkan di wilayah UEA. Keberadaan alutsista ini turut mengindikasikan adanya pengerahan personel militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk mendukung operasional sistem pertahanan tersebut.

Berdasarkan laporan Financial Times dan Axios, Israel secara rahasia telah memindahkan sejumlah baterai Iron Dome beserta sistem pengawasan sensorik ke UEA. Perangkat pemantauan ini diklaim mampu mendeteksi pergerakan drone dan rudal Iran dari jarak hingga 20 kilometer sebelum mencapai target.

Selain sistem rudal konvensional, Israel dilaporkan turut mengirimkan Iron Beam, sebuah sistem pertahanan udara berbasis laser, sebagai langkah uji coba operasional di luar wilayahnya. Kerja sama militer ini mempertegas normalisasi hubungan kedua negara yang telah dimulai sejak penandatanganan Perjanjian Abraham pada tahun 2020.

Anwar Gargash, penasihat presiden UEA, menyatakan bahwa dinamika konflik dengan Iran saat ini berpotensi mengubah lanskap aliansi regional di kawasan Teluk. Menurutnya, sikap kolektif dari negara-negara monarki Arab di wilayah tersebut saat ini berada pada posisi yang secara historis dinilai lemah dalam menghadapi ancaman luar.

"Setiap baterai yang dikerahkan di sana berarti berkurangnya satu baterai untuk pertahanan udara kami," kata seorang pejabat keamanan Israel. Pernyataan tersebut muncul setelah Israel sempat menolak permohonan tambahan unit Iron Dome dari Abu Dhabi karena harus memprioritaskan kebutuhan keamanan domestik mereka sendiri.

Sebelum pengerahan Iron Dome, Israel tercatat pernah memasok sistem pertahanan Barak-8 ke UEA pada tahun 2022. Pasokan tersebut diberikan setelah Presiden Mohammed bin Zayed mengajukan permintaan langsung kepada pihak Israel menyusul serangan mematikan dari kelompok Houthi di Yaman yang menewaskan tiga orang di Abu Dhabi.

Recommended