Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi meluncurkan program Belajar Mandiri Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Jakarta pada Rabu, 22 April 2026. Inisiatif ini dirancang sebagai langkah nyata Kementerian Agama dalam mengatasi tantangan pendidikan nasional seperti penurunan kualitas akhlak, perundungan, hingga kekerasan di sekolah.
Penerapan paradigma baru ini bertujuan melahirkan tenaga pendidik dan penyuluh yang matang secara emosional serta spiritual. Berdasarkan laporan dari Medcom, program tersebut menekankan keseimbangan antara ketajaman intelektual dan kesuburan batin peserta didik melalui pendekatan yang humanis.
"Kita tidak ingin melahirkan anak didik yang kering batinnya, hanya tajam pikirannya. Yang kita harapkan adalah pikirannya tajam tapi hatinya juga subur," ujar Nasaruddin Umar, Menteri Agama, saat memberikan keterangan di Jakarta.
Kemenag menargetkan para guru, penyuluh, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kementerian untuk menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai empati. Fokus utama KBC adalah menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan bagi masyarakat luas.
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Muhammad Ali Ramdhani, menjelaskan bahwa kegiatan Belajar Mandiri KBC berfungsi menginternalisasi pemaknaan kurikulum tersebut. Peserta diharapkan mampu mengintegrasikan nilai kasih sayang dalam proses pelayanan publik dan pembelajaran secara berkelanjutan.
Data pelaksanaan mencatat sebanyak 305.344 peserta mengikuti pelatihan ini yang diselenggarakan secara daring. Metode digital dipilih untuk memastikan pemerataan akses bagi para pendidik yang berada di wilayah pelosok agar mendapatkan kesempatan pengembangan kapasitas yang setara.
Kurikulum ini juga diproyeksikan mampu mencetak generasi muda Indonesia yang produktif namun tetap mengedepankan aspek keberkahan. Sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat menjadi kunci utama agar program KBC dapat berkembang menjadi sebuah gerakan nasional di masa depan.