Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah melepas program mudik gratis bagi para pekerja yang bekerja sama dengan sejumlah perusahaan. Pelepasan 11 bus mudik gratis dilakukan hari ini, setelah 7 bus lainnya diberangkatkan pada Sabtu lalu.
Menurut Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, program mudik gratis ini adalah wujud kepedulian terhadap pekerja sekaligus hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan. Ia mengapresiasi perusahaan yang memberikan fasilitas tambahan di luar kewajiban seperti program mudik gratis.
"Jadi kalau ada perusahaan yang peduli kepada pekerjanya, memberikan lebih ya, ada mudik gratis, ada yang kemudian fasilitas umroh, ada yang kemudian memberikan fasilitas-fasilitas lain, daycare dan seterusnya, itu adalah bentuk kepedulian. dan kami dari Kementerian Ketenagakerjaan kita mengapresiasi itu," sebut Yassierli di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Indah Anggoro Putri, menambahkan bahwa total terdapat 38 bus dengan lebih dari 1.000 pemudik yang diberangkatkan melalui program ini. Khusus untuk 11 bus yang diberangkatkan hari ini, terdapat 558 pemudik.
"Berdasarkan hasil kolaborasi kami dan komunikasi dengan mitra-mitra strategis ketenagakerjaan, secara total memberangkatkan 38 bis dan lebih dari 1.000 orang penduduk yang kita berangkatkan," sebut Indah.
Sebanyak 3 bus dialokasikan bagi pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai platform, dengan total sekitar 150 orang. Tujuan mudik mereka adalah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
"Alhamdulillah nanti akan berangkat 3 bis untuk para pengemudi transportasi online dari Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive, dengan total 150 orang pengemudi online dengan tujuan mudik yaitu Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan juga Jawa Timur," tutur Indah.
Indah juga menyampaikan bahwa jumlah bus untuk tenaga alih daya di lingkungan Kemenaker dan instansi pemerintah di sekitar Kemnaker meningkat menjadi 4 bus dengan total 208 orang. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya 2 bus.
"Jadi, terima kasih dan sekali lagi ini bud-bus memang bukan kami yang sewa, karena APBN kami juga tidak mungkin dapat menyewa, mau dalam keadaan efisiensi atau tidak efisiensi memang kami tidak boleh menyewa bis. Dan ini suatu wujud kolaborasi yang luar biasa cantik," jelas Indah.