Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen mendorong peningkatan ekspor jasa sebagai potensi ekspor Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat mengunjungi SMK Raden Umar Said (RUS), salah satu sekolah mitra Djarum Foundation.
Kemendag siap memfasilitasi siswa dan lulusan SMK melalui presentasi bisnis (pitching), penjajakan bisnis (business matching), hingga magang di kantor perwakilan dagang (perwadag) RI di luar negeri dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di 33 negara.
Busan menyampaikan, fokus utama Kemendag adalah menciptakan aggregator eksportir yang bertugas memasarkan produk-produk Indonesia ke pasar global. Ia meyakini lulusan SMK, termasuk di bidang animasi, memiliki potensi besar sebagai eksportir.
"Fokus kami salah satunya adalah mencetak aggregator eksportir. Tugasnya memasarkan produk-produk Indonesia supaya tembus pasar global," ujar Busan, Kamis (12/3/2026).
Selain SMK RUS, Mendag juga mengunjungi SMK NU Banat (tata busana) dan SMK Wisudha Karya (sektor maritim). Ia meninjau fasilitas belajar dan kurikulum berbasis teaching factory, serta melihat hasil karya siswa.
"Potensi ekspor jasa kita masih sangat besar, karena belum dieksplor maksimal. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami bagaimana bisa membuka akses lebih luas buat produk-produk jasa," lanjut Busan.
Program Manager Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, menjelaskan bahwa pendekatan teaching factory memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan proyek industri atau menciptakan produk sendiri untuk dipasarkan. Hal ini menuntut kedisiplinan dan kualitas sesuai standar industri.
Galuh menambahkan, Djarum Foundation telah bermitra dengan 20 SMK di Kudus selama 15 tahun terakhir untuk meningkatkan kualitas SDM. Mereka terus mendorong peningkatan kualitas keluaran dengan target pasar internasional.
Hingga kini, Djarum Foundation telah memperkuat lebih dari 63.000 lulusan dengan keterampilan praktis, meningkatkan kompetensi pengajar, dan memberikan dukungan sarana-prasarana yang relevan.
"Serapan kerja lulusan kami cukup tinggi, dan sudah tersebar hingga luar negeri. Bahkan, di banyak tempat, lulusan kami bisa mendapatkan gaji hingga empat kali UMR kota di mana ia bekerja karena kualitas serta etos kerja yang dianggap mumpuni," kata Galuh.
Berkat pendekatan teaching factory, siswa SMK bahkan telah terlibat dalam produksi tayangan global, berkolaborasi dengan studio seperti Disney Junior dan Netflix. Serial seperti Barbie, Unicorn World, Pororo, dan Cocomelon menjadi bagian dari portofolio mereka.
Unstring Your Heart, kreasi siswa SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus, berhasil menjadi nominasi pada the 20th Kansas International Film Festival 2020. SMK NU Banat juga berpartisipasi dalam berbagai kompetisi dan peragaan busana nasional dan internasional, serta memiliki merek fesyen sendiri, 'Zelmira'.
Saat ini, siswa SMK NU Banat bekerja sama dengan jaringan hotel mewah di Jerman untuk produksi produk fesyen korporasi.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Program Director Djarum Foundation Primadi H Serad, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi, dan Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag Deden Muhammad Fajar Shiddiq.