Kemendikdasmen Beri Akomodasi Soal TKA untuk Siswa Berkebutuhan Khusus

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan akomodasi soal bagi peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP berkebutuhan khusus.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyediakan berbagai akomodasi guna mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP. Fasilitas ini, seperti dilansir dari Medcom, termasuk disiapkan bagi peserta didik yang teridentifikasi sebagai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Rahmawati, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, menjelaskan bahwa akomodasi tidak hanya tersedia untuk siswa ABK yang menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB), melainkan juga untuk mereka yang bersekolah di institusi reguler dengan kategori inklusi. Penyesuaian ini bertujuan untuk memastikan semua peserta dapat mengerjakan soal-soal TKA secara optimal.

"Jadi tidak hanya untuk sekolah luar biasa, untuk murid-murid berkebutuhan khusus di sekolah reguler pun, kami memberikan akomodasi. Akomodasi ini dalam bentuk soal yang sudah disesuaikan,” ujar Rahmawati di Command Center Nasional TKA SMP di Hotel Four Point Bekasi, pada Selasa, 7 April 2026.

Akomodasi soal disesuaikan dengan jenis hambatan yang dimiliki oleh masing-masing peserta TKA. Sebagai contoh, peserta dengan hambatan penglihatan, seperti tunanetra atau low vision, akan menerima paket soal yang minim gambar, grafik, maupun tabel. Hal ini dikarenakan soal-soal tersebut akan dibacakan melalui aplikasi pembaca layar, sehingga sebagian besar soal berbentuk kalimat.

Sebaliknya, bagi peserta dengan kondisi tunarungu atau ABK dengan hambatan belajar spektrum ringan, Kemendikdasmen menyediakan paket soal dengan lebih banyak konten visual dan kalimat yang lebih singkat. Rahmawati menuturkan, pendekatan ini diterapkan karena siswa dengan kondisi tersebut cenderung memiliki kekuatan visual yang lebih dominan dibandingkan dengan pemahaman kosakata atau kalimat kompleks.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menambahkan bahwa pihaknya juga menerima masukan penting terkait jadwal pelaksanaan TKA untuk peserta ABK. Beberapa sekolah menyarankan agar jadwal tes tidak terlalu pagi, mengingat siswa ABK memerlukan waktu persiapan yang lebih panjang sebelum berangkat ke sekolah.

“Ada masukan memang yang sangat bagus, bahwa khusus untuk siswa-siswa disabilitas agar waktunya tidak terlalu pagi. Jadi mungkin harus disimpan di sesi yang agak siang, sesi 2, sesi 3, supaya gak berat untuk siswa-siswa disabilitas datang di pagi hari,” jelas Toni, menunjukkan komitmen untuk meningkatkan fasilitas bagi seluruh peserta didik.

Recommended