Kemendikdasmen Buka Bug Bounty 2026, Ajak Talenta Muda Perkuat Keamanan Siber

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Program Bug Bounty 2026 untuk memperkuat ketahanan siber di lingkungan pendidikan nasional.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) resmi meluncurkan Program Bug Bounty 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat keamanan sistem digital di lingkungan pendidikan nasional, sekaligus mendorong insan pendidikan menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan keamanan informasi.

Program yang telah memasuki tahun kelima penyelenggaraan ini mengusung tema “Build Cyber Resilience”. Menurut keterangan yang dilansir dari Medcom, kompetisi ini dirancang sebagai ruang aman (sandbox) bagi peserta untuk mengeksplorasi teknik pengujian keamanan tanpa memberikan dampak terhadap layanan Kemendikdasmen.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Wibowo Mukti, menjelaskan bahwa Program Bug Bounty ini tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, melainkan juga sebagai wadah kolaboratif untuk membangun budaya keamanan siber. Tujuan utamanya adalah untuk menjaring talenta siber dari berbagai kalangan, mulai dari siswa hingga dosen, guna mengidentifikasi celah keamanan sistem digital pemerintah.

Melalui program ini, Kemendikdasmen berharap dapat menumbuhkan kontribusi nyata dalam peningkatan keamanan informasi. Wibowo juga menambahkan, “Program Bug Bounty dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan passion di bidang keamanan siber menjadi prestasi yang membanggakan.”

Kategori Peserta dan Proses Penilaian

Kompetisi ini terbuka bagi empat kategori peserta, yaitu siswa SMA/SMK/MA (minimal usia 17 tahun), mahasiswa, guru, dan dosen. Pendaftaran dibuka pada 6–30 April 2026 melalui platform Aman Bersama. Tahap pengujian akan berlangsung dari 1–22 Mei 2026.

Proses penilaian Bug Bounty 2026 dilakukan dalam dua tahap:

  • Tahap Pertama: Aspek teknis memiliki bobot 70 persen, mengacu pada standar CVSS v3.1, sementara kualitas pelaporan berbobot 30 persen.
  • Tahap Kedua: Lima finalis dari masing-masing kategori akan mengikuti sesi wawancara. Penilaian pada tahap ini meliputi teknik pengujian (60 persen), kemampuan komunikasi (20 persen), dan orisinalitas temuan (20 persen).

Rangkaian kegiatan Bug Bounty 2026 akan ditutup dengan acara puncak Anugerah Bug Bounty 2026 yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026.

Urgensi Kolaborasi Keamanan Siber

Wibowo Mukti menyoroti peningkatan ancaman siber yang signifikan sepanjang tahun 2025, terutama serangan ransomware dan phishing berbasis kecerdasan artifisial (AI). Kondisi ini, menurutnya, menuntut adanya kolaborasi lintas pihak, termasuk dari kalangan pendidikan, untuk mencegah kebocoran data dan gangguan sistem.

Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas keamanan siber dianggap sebagai strategi penting untuk menghadapi kompleksitas ancaman digital. Institusi pendidikan juga kerap menjadi target serangan siber karena besarnya volume data yang dikelola, seperti diberitakan oleh Gebrak.id.

Para pemenang Bug Bounty 2026 akan menerima uang pembinaan, sertifikat yang tercatat di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), serta kesempatan untuk bergabung dalam komunitas Manggala Edu. Komunitas ini merupakan jejaring talenta keamanan siber yang berfokus pada bidang pendidikan.

Recommended