Marcos Reina tampak harus menelan perkataannya sendiri usai Persik Kediri dikalahkan Persis Solo dengan skor 2-1. Kekalahan ini terjadi dalam pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Manahan Solo, Minggu (1/3/2026).
Persik sebenarnya hampir saja membawa pulang satu poin. Namun, tendangan penalti Ezra Walian pada menit ke-84 berhasil digagalkan oleh kiper Persis, M. Riyandi. Serangan balik cepat dari Laskar Sambernyawa kemudian membuahkan gol dari Roman Paparyha di menit ke-86.
Sebelum pertandingan, Marcos Reina sempat menyatakan bahwa BRI Super League 2025/2026 adalah kompetisi yang ketat dan sulit diprediksi hasilnya.
Arsitek yang mulai melatih Persik sejak 4 Desember 2025 tersebut kini merasakan sendiri betapa sulitnya mengalahkan Persis, yang sedang berjuang keluar dari posisi juru kunci klasemen sementara.
"Kami sudah siapkan tim sangat baik. Kami bermain sesuai pakem yakni banyak menguasai bola dan intens menyerang. Tapi Persis punya energi lebih besar ketimbang pemain Persik untuk memenangkan pertandingan. Ini yang saya tidak suka," ujarnya.
Reina mengakui, meski dirinya telah memberikan sentuhan baru pada gaya bermain Persik, menjadikan tim lebih atraktif dan produktif dalam mencetak gol, lini pertahanan timnya masih rentan.
"Ternyata sepak bola indah tak cukup untuk memenangkan pertandingan di Super League. Tim harus punya spirit tinggi dan energi lebih besar dari lawan yang dihadapi. Ini yang tampak pada pertandingan malam ini," jelasnya.