Kementerian Koperasi Prediksi Kebutuhan Kendaraan Kopdeskel Capai 160 Ribu Unit

Menteri Koperasi Ferry Juliantono memprediksi kebutuhan kendaraan operasional Kopdeskel Merah Putih mencapai 160 ribu unit, dengan 105 ribu unit sudah diimpor.

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) memprediksi bahwa kebutuhan kendaraan operasional untuk program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih akan mencapai 160 ribu unit. Angka ini mencakup unit mobil pikap dan truk yang akan disalurkan ke seluruh koperasi di Indonesia.

Prediksi tersebut, seperti dilansir dari Detik Finance, disampaikan oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Ia menjelaskan bahwa target jumlah Kopdeskel Merah Putih yang direncanakan mencapai 80 ribu unit di seluruh Indonesia menjadi dasar perhitungan ini. Dengan asumsi setiap koperasi menerima satu unit truk dan satu unit mobil pikap, total kebutuhan kendaraan menjadi dua kali lipat dari jumlah koperasi.

Ferry Juliantono pada Senin (30/3/2026) di Jakarta Selatan mengkonfirmasi angka tersebut. "Ya kan berarti kali dua. Iya (160 ribu unit), tapi kan nggak semuanya, nanti perlu disesuaikan lah," ujar Ferry, memberikan catatan bahwa penyesuaian mungkin dilakukan di kemudian hari.

Hingga saat ini, pengadaan kendaraan operasional untuk Kopdeskel Merah Putih telah mencapai 105 ribu unit. Kendaraan ini diimpor dari India melalui PT Agrinas Pangan. Proses importasi ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan Kopdeskel Merah Putih.

Ribuan unit kendaraan impor tersebut dilaporkan telah tiba di Indonesia dan mulai didistribusikan kepada Kopdeskel Merah Putih. Penyaluran dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan tingkat kesiapan fisik, gerai, serta kelengkapan masing-masing koperasi.

Meski mengandalkan impor, Ferry menegaskan bahwa pihaknya tetap memprioritaskan industri otomotif nasional. Namun, mengingat besarnya skala kebutuhan, opsi pengadaan dari negara lain akan tetap terbuka jika kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi untuk memenuhi seluruh permintaan.

"Kita tetap sebenarnya memprioritaskan industri otomotif nasional, tapi sekiranya industri otomotif nasional itu hanya mencukupi tidak semuanya, sisanya tetap kita dengan sangat terpaksa mengadakan dari sumber dari negara lain," jelasnya.

Mengenai proporsi antara kendaraan produksi lokal dan impor, Ferry menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan. Fokus utama saat ini adalah memastikan setiap koperasi yang telah menyelesaikan pembangunan fisiknya segera mendapatkan fasilitas kendaraan operasional.

"Kita lihat nanti ini, pokoknya yang sudah masuk kita pergunakan dulu untuk melengkapi karena itu menjadi kewajiban begitu bangunan fisik gudang gerai itu langsung dilengkapi dengan fasilitas kendaraan," tutur Ferry.

Saat ini, sebanyak 3.135 Kopdeskel Merah Putih telah rampung dibangun. Ini berarti ribuan Kopdeskel tersebut sudah menerima dua unit kendaraan operasional, yang terdiri dari satu unit truk dan satu unit mobil pikap.

Recommended