Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperketat pengawasan penggunaan bahan berbahaya pada industri cat nasional guna melindungi kesehatan konsumen mulai April 2025. Langkah ini diambil seiring dengan lonjakan kapasitas produksi cat di Indonesia yang kini menyentuh angka 1,5 juta metrik ton per tahun.
Dilansir dari Medcom, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Emmy Suryandari, menekankan bahwa pertumbuhan industri harus seimbang dengan aspek keamanan. Pemerintah kini memprioritaskan pengendalian bahan kimia berbahaya sebagai fondasi utama perlindungan masyarakat luas.
"Pemerintah berkomitmen untuk mendorong industri yang tidak hanya berdaya saing, namun juga bertanggung jawab melalui penerapan standar dan kebijakan yang tepat," ujar Emmy Suryandari, Kepala BSKJI Kemenperin.
Kebutuhan pasar domestik terhadap produk pelapis saat ini telah melampaui 1 juta metrik ton per tahun. Transformasi industri ini didorong oleh fakta bahwa masyarakat menghabiskan sekitar 90 persen waktu mereka di dalam ruangan, sehingga kualitas material bangunan berdampak langsung pada kesehatan.
Merespons kebijakan tersebut, PT Kansai Prakarsa Coatings mulai memperluas portofolio produk bebas timbal pada seluruh lini produksi mereka. Perusahaan mengacu pada standar nasional (SNI) serta batasan kandungan timbal 90 ppm sesuai rekomendasi dari World Health Organization (WHO).
Takahiko Tsuda selaku President Director PT Kansai Prakarsa Coatings menyatakan bahwa inovasi perusahaan kini berfokus pada keseimbangan kualitas dan keamanan. Pihaknya menganggap cat bukan sekadar pelapis visual, melainkan faktor penentu kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.
Program Manager Lead Exposure Elimination Project (LEEP), Ivan Mahardika, menambahkan bahwa transisi ke produk bebas timbal sangat memungkinkan secara teknologi. Menurutnya, penghapusan paparan timbal sangat krusial karena zat tersebut sangat berbahaya bagi perkembangan otak anak-anak.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Laurentius Aswin, menjelaskan bahwa paparan timbal kronis dapat mengganggu fungsi kognitif dan kesehatan organ orang dewasa. Industri bahan bangunan kini secara bertahap bergeser dari sekadar produk konsumsi menjadi bagian dari strategi besar kesehatan publik di Indonesia.