President Director BMW Indonesia, Peter 'Sunny' Medalla, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan di pasar otomotif nasional saat ditemui di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu, 19 April 2026. Langkah ini dilakukan guna memperkuat posisi sebagai produsen kendaraan premium di tengah masuknya puluhan jenama baru.
Eksistensi merek asal Jerman ini telah mencapai usia 50 tahun di Indonesia, dengan 25 tahun di antaranya dikelola langsung oleh anak perusahaan. Dilansir dari Medcom, kekuatan sejarah dan filosofi berkendara menjadi faktor utama yang membedakan perusahaan dari para pesaing baru di segmen otomotif.
Persaingan pasar saat ini dinilai semakin kompetitif akibat kehadiran lebih dari 20 merek otomotif asal China dalam dua tahun terakhir. Meskipun menawarkan harga yang kompetitif, BMW meyakini bahwa dampak penetrasi merek-merek tersebut lebih signifikan dirasakan oleh produsen asal Jepang dan Korea.
"Banyak pelanggan kami atau calon pelanggan di masa depan, tiga atau empat tahun lalu tidak memiliki pilihan ini (mobil-mobil China). Dan sekarang banyak orang berpikir, 'kenapa kami tidak mencobanya?'. Dan lebih banyak perusahaan Jepang atau Korea yang terpengaruh (dengan itu) daripada kita," kata Peter 'Sunny' Medalla, President Director BMW Indonesia.
Strategi pertahanan yang diterapkan mencakup peningkatan layanan konsumen dari proses pembelian hingga purna jual. Perusahaan memfokuskan seluruh pengalaman pelanggan pada standar premium untuk menjaga loyalitas pemilik kendaraan. Fokus ini juga didorong oleh kondisi keuangan BMW AG yang dilaporkan dalam kondisi sehat pada tahun lalu.
Filosofi kenikmatan berkendara atau Sheer Driving Pleasure tetap dipertahankan sebagai janji utama kepada pengguna. Hal ini dianggap sebagai elemen pembeda yang akan tetap dirasakan oleh pengemudi maupun penumpang di dalam kabin kendaraan. Perusahaan memproyeksikan operasional berkelanjutan hingga 50 tahun mendatang di tanah air.