Atletico Madrid bersiap menjamu Arsenal dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions UEFA di Stadion Metropolitano pada pekan ini, April 2026. Pertandingan krusial tersebut menjadi momentum bagi Los Rojiblancos untuk bangkit setelah mengalami kekalahan di final Copa del Rey beberapa waktu lalu.
Kekecewaan pendukung Atletico di Sevilla pasca kegagalan di piala domestik masih terasa, namun tim asuhan Diego Simeone harus segera mengalihkan fokus. Dilansir dari Bola, klub asal Spanyol ini memiliki catatan sejarah panjang tanpa trofi di kompetisi elite Eropa meski telah mencapai final pada tahun 1974, 2014, dan 2016.
Laga melawan Arsenal ini juga bertepatan dengan perayaan hari jadi klub Atletico Madrid yang ke-123. Manajemen dan pemain berharap pertandingan ini menjadi titik balik untuk mengubah narasi kekecewaan menjadi sejarah baru menuju babak final keempat mereka sepanjang sejarah klub.
Modal positif didapatkan Atletico Madrid setelah berhasil mengamankan poin penuh dalam lanjutan kompetisi domestik akhir pekan lalu. Mereka menaklukkan Athletic Bilbao dengan skor akhir 3-2, yang dinilai cukup untuk mengembalikan moral serta kepercayaan diri skuad menjelang jamuan terhadap tim asal Inggris.
Pelatih Diego Simeone menegaskan bahwa dirinya lebih mengutamakan hasil akhir daripada memberikan pernyataan motivasi kepada para pendukung. Simeone menyadari ekspektasi tinggi yang dibebankan kepada timnya untuk meraih kemenangan di kandang sendiri.
"Para fans tidak butuh pesan dari saya, yang mereka butuhkan adalah kemenangan," kata Diego Simeone, Pelatih Atletico Madrid.
Penyerang Atletico, Julian Alvarez, menambahkan bahwa seluruh pemain bertekad memberikan performa maksimal guna menebus kegagalan sebelumnya. Menurutnya, mencapai final Liga Champions adalah peluang terbaik bagi tim untuk membalas dukungan para suporter yang selalu hadir mendampingi.
Atmosfer Stadion Metropolitano diharapkan menjadi faktor penentu dalam laga ini sebagaimana terjadi saat mereka menyingkirkan Barcelona pada babak sebelumnya. Stadion yang beroperasi sejak 2017 tersebut dikenal memiliki tekanan suara yang intimidatif bagi tim tamu yang berkunjung ke Madrid.