Kementan Pastikan Stok CPO Aman Jelang Ramadan 1447 H

Kementan memastikan stok dan produksi CPO aman untuk antisipasi lonjakan permintaan minyak goreng saat Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin ketersediaan dan stok Crude Palm Oil (CPO) nasional mencukupi untuk menghadapi potensi peningkatan permintaan minyak goreng selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Sebagai bahan baku utama produksi minyak goreng di Indonesia, pasokan CPO yang memadai di tingkat hulu sangat krusial dalam menjaga stabilitas ketersediaan minyak goreng di pasar, terutama saat permintaan meningkat selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menjelaskan bahwa stok dan produksi CPO di tingkat hulu telah dipersiapkan untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan sebesar 10-15% yang secara historis terjadi selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H, memasuki kuartal I-2026.

Roni menyampaikan dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026), bahwa koordinasi lintas kementerian terus diperkuat, termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan, untuk mencegah potensi gangguan distribusi dari pabrik hingga tahap pengemasan.

Kementan menekankan bahwa sektor hulu kelapa sawit yang kuat menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas pasokan minyak goreng nasional, sekaligus mendukung kebijakan energi melalui Program Mandatori Biodiesel B40/B50.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan sinkronisasi data spasial perkebunan, produksi CPO nasional pada tahun 2026 menunjukkan tren yang positif, di tengah upaya pemerintah menjaga keseimbangan alokasi CPO untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik dan energi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan stabilitas pasokan pangan, terutama minyak goreng. "Kami memastikan produksi CPO nasional dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk menghadapi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan. Di saat yang sama, komitmen terhadap program biodiesel tetap berjalan secara terukur dan terkendali," ujar Amran.

Data rekapitulasi stok komoditas perkebunan per 31 Januari 2026 menunjukkan bahwa cadangan nasional berada dalam kondisi terkendali. Pemantauan rutin terhadap stok di tingkat hulu, termasuk kapasitas tangki timbun dan distribusi bahan baku, menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas pasokan.

Amran menambahkan bahwa penguatan sektor hulu menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan pangan dan energi. Pemerintah terus memacu Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat.

Menurut Amran, kunci stabilitas terletak pada produktivitas. Melalui PSR dan pendampingan teknis, pemerintah mendorong peningkatan hasil panen per hektare agar mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan industri dan konsumsi domestik.

Roni menambahkan bahwa pengaturan ritme pasokan dilakukan secara cermat untuk memastikan peningkatan kebutuhan biodiesel tidak mengurangi kuota bahan baku minyak goreng, baik curah maupun kemasan (Minyakita).

Sistem pemantauan berbasis digital juga dioptimalkan untuk melacak distribusi Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS), terutama di sentra produksi seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara.

Recommended