Kemnaker Tutup Magang Nasional Batch 1 dengan 4.163 Peserta Mundur

Kementerian Ketenagakerjaan resmi menutup program pemagangan nasional batch pertama dengan catatan 4.163 peserta mengundurkan diri selama proses berjalan.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi menutup Program Pemagangan Nasional Batch 1 pada Jumat (24/4/2026) setelah berlangsung selama enam bulan sejak Oktober 2025. Penutupan ini diiringi catatan evaluasi mengenai berkurangnya jumlah peserta aktif selama masa pelaksanaan program.

Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, jumlah peserta yang berhasil menyelesaikan program hingga akhir hanya mencapai 11.949 orang. Angka tersebut menunjukkan adanya penyusutan sebanyak 4.163 orang dari total 16.112 peserta yang awalnya dinyatakan lolos seleksi.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi, merinci bahwa penyusutan terjadi pada dua kelompok peserta. Batch 1A menyisakan 11.110 peserta dari 14.952 orang, sementara Batch 1B menyisakan 839 peserta dari total awal 1.160 orang.

"Hal ini merupakan bagian dari dinamika program, di mana terdapat peserta yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan," kata Anwar Sanusi, Kepala Barenbang Kemnaker, dalam siaran melalui kanal YouTube resmi kementerian.

Salah satu penyebab utama mundurnya ribuan peserta tersebut adalah faktor keterserapan kerja yang lebih awal. Anwar menjelaskan banyak peserta yang sudah melamar ke tempat lain sebelum program dimulai dan akhirnya diterima sebagai karyawan tetap di tengah masa magang.

Program ini tercatat melibatkan 1.185 perusahaan sebagai penyelenggara serta didukung oleh 5.267 mentor profesional. Meski terjadi pengurangan peserta, pemerintah menilai partisipasi pihak industri dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja tetap berada pada level yang tinggi.

Pasca penutupan program, Kemnaker memfasilitasi para alumni dengan program sertifikasi kompetensi gratis melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Langkah ini diambil sebagai nilai tambah bagi peserta yang belum mendapatkan pekerjaan tetap setelah masa magang berakhir.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa sertifikat dari BNSP memiliki nilai penting di dunia kerja sebagai pengakuan keahlian. Fasilitas sertifikasi yang biasanya berbayar ini diberikan cuma-cuma kepada para alumni pemagangan nasional tahun ini.

Proses sertifikasi dijadwalkan berlangsung dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan. Tahapan akan diawali dengan pelatihan penyegaran materi sesuai bidang masing-masing sebelum akhirnya peserta mengikuti uji kompetensi di balai pelatihan atau lembaga sertifikasi mitra.

Recommended