Mantan anggota dewan OpenAI Shivon Zilis memberikan kesaksian di pengadilan federal Oakland pada Kamis (7/5/2026) mengenai hubungan pribadinya dengan Elon Musk. Kesaksian ini merupakan bagian dari gugatan hukum Musk guna membatalkan transisi OpenAI menjadi entitas bisnis berorientasi laba.
Zilis mengungkapkan dalam persidangan tersebut bahwa dirinya kini memiliki empat anak hasil donor sperma dari sang triliuner. Dilansir dari Detik iNET, fokus kehadiran Zilis bertujuan untuk mengklarifikasi keterlibatannya dalam pembicaraan awal mengenai perubahan struktur perusahaan saat Musk masih menjabat sebagai penasihat.
"Saya masih sangat ingin menjadi seorang ibu dan Elon memberikan tawaran pada saat itu, dan saya pun menerimanya," ujar Shivon Zilis, Mantan Direktur OpenAI. Ia menjelaskan bahwa penawaran donor sperma tersebut dilakukan Musk pada tahun 2020 setelah menyadari Zilis belum memiliki keturunan.
Mantan eksekutif di Tesla dan Neuralink ini bergabung dengan OpenAI sebagai penasihat pada 2016 sebelum menjabat sebagai direktur pada periode 2020 hingga 2023. Tim kuasa hukum OpenAI menduga Zilis telah membocorkan informasi rahasia kepada Musk setelah bos xAI tersebut meninggalkan perusahaan pada 2018.
Zilis menegaskan bahwa meski sempat menjalin hubungan asmara singkat satu dekade lalu, tidak ada hubungan romantis yang terjalin saat proses kehamilan pada 2020. Keputusan menempuh jalur non-konvensional ini diambil karena adanya masalah kesehatan tertentu yang mengubah rencana hidupnya untuk menikah.
Awalnya, Musk dan Zilis sepakat untuk merahasiakan status ayah biologis dari dua anak pertama mereka. Hal inilah yang menjadi alasan Zilis tidak melaporkan status anak kembar yang lahir pada 2021 kepada CEO OpenAI Sam Altman hingga setahun kemudian.
Zilis baru berterus terang kepada Altman pada 2022 setelah mengetahui laporan media Business Insider mengenai status ayah biologis anak-anaknya akan segera terbit. Meskipun terdapat potensi konflik kepentingan, Altman dan Presiden OpenAI Greg Brockman sempat mempertahankan posisi Zilis di dewan direksi karena faktor persahabatan.
Kepercayaan jajaran pimpinan OpenAI terhadap Zilis bertahan hingga ia mengundurkan diri secara resmi pada Maret 2023. Keputusan hengkang tersebut bertepatan dengan langkah Elon Musk meluncurkan xAI sebagai pesaing utama bagi ChatGPT milik OpenAI.