Ketegangan politik di Timur Tengah kembali memanas usai perundingan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal pada Minggu (13/4/2026). Kegagalan ini diikuti ancaman AS untuk memblokade kapal yang melewati Selat Hormuz, memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.
Harga minyak mentah berjangka AS untuk pengiriman Mei 2026 melonjak hampir 8%, mencapai US$ 104,20 per barel pada Minggu sore waktu setempat, sebagaimana dilansir dari CNBC. Sementara itu, patokan harga internasional Brent untuk pengiriman Juni 2026 juga mengalami kenaikan signifikan, yakni 7% menjadi US$ 101,86 per barel.
Komando Pusat AS (U.S. Central Command/CENTCOM) menyatakan bahwa militer AS akan memulai blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran mulai Senin (14/4/2026) pukul 10.00 waktu setempat (ET). Namun, AS menegaskan tidak akan menghalangi kapal yang hanya transit dari dan ke pelabuhan non-Iran.
Ancaman blokade Selat Hormuz ini pertama kali diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada Minggu. Keputusan ini diambil setelah negosiasi yang alot di Pakistan antara AS dan Iran tidak membuahkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
"Mulai sekarang juga, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses blokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," kata Trump dalam unggahan di media sosial Truth.
Menurut laporan dari The Wall Street Journal, yang mengutip para pejabat yang mengetahui masalah tersebut, Presiden Trump bahkan sedang mempertimbangkan serangan terbatas terhadap Iran. Langkah ini disebut-sebut sebagai upaya untuk memecah kebuntuan dalam pembicaraan damai.