Persaingan Ketat BRI Super League 2025/2026: Persib, Borneo FC, dan Persija

BRI Super League 2025/2026 memasuki fase krusial dengan Persib, Borneo FC, dan Persija Jakarta memperebutkan gelar di pekan-pekan terakhir.

Kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 kini memasuki babak akhir yang sangat menegangkan. Tiga tim teratas di papan klasemen tengah berjuang keras untuk mempertahankan posisi mereka, sembari berharap keberuntungan senantiasa menyertai hingga peluit akhir musim dibunyikan.

Memasuki pekan ke-26, Persib Bandung, sang juara bertahan dua kali beruntun, masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 61 poin. Namun, posisi mereka terus diintai oleh dua rival terberat, yakni Borneo FC dan Persija Jakarta.

Borneo FC menempati posisi kedua dengan 60 poin, sementara Persija menguntit di urutan ketiga dengan 55 poin.

Secara teoretis, tim berjuluk Maung Bandung memang memiliki peluang terbesar untuk mengukuhkan dominasinya. Namun, dinamika di lapangan hijau seringkali menyajikan kejutan yang sulit diprediksi.

Ketegangan persaingan ini diakui oleh pengamat sepak bola nasional, Riphan Pradipta, yang juga aktif sebagai podcaster balbalan. Dalam keterangannya via kanal YouTube Liputan6 Sport, Riphan membeberkan prediksinya terkait kemungkinan-kemungkinan yang masih bisa terjadi di sisa laga.

“Kalau masih hitungannya delapan laga, ya masih dua-duanya sebetulnya. Namun, yang cukup menguntit Persib, menurut saya Borneo FC. Persija dalam beberapa match seperti ada turbulensi sedikit ya. Belum kembali ke treknya,” ujar Riphan, seperti dikutip dari Bola.

Riphan menyatakan bahwa dari delapan pertandingan tersisa, Borneo FC adalah pesaing terkuat bagi Persib saat ini. Konsistensi performa Borneo FC, terutama berkat kontribusi Juan Felipe Villa Ruiz dan Mariano Peralta, menjadikan mereka ancaman serius.

Peluang Persija dan Fokus Internal Tim

Meskipun demikian, Persija Jakarta masih memiliki peluang untuk kembali bersaing dalam perburuan gelar. Hal ini bisa terjadi jika Macan Kemayoran mampu kembali ke jalur kemenangan, seperti yang baru-baru ini mereka tunjukkan saat mengalahkan Persebaya Surabaya pada Sabtu, 11 April 2026.

“Cuma untuk saat ini, untuk delapan match ke depan masih Borneo yang paling di belakangnya Persib. Mereka punya performa bagus, terutama Juan Felipe Villa Ruiz dan Mariano Peralta,” tambah Riphan.

Khusus untuk Persija dan Persib, Riphan menyoroti pentingnya fokus internal. “Nah, kalau untuk Persija dan Persib sebetulnya mereka harus berkonsentrasi terhadap diri mereka sendiri,” tutur Riphan.

Ia mengutip pernyataan Adhitia Putra Herawan yang menyebut bahwa lawan terberat Persib adalah diri mereka sendiri. Pandangan ini, menurut Riphan, juga berlaku untuk Persija.

“Lawan terberat Persija adalah, ya Persijanya sendiri. Bagaimana mereka membuat tikungan terakhir ini, mereka harus berkonsentrasi tanpa ada lagi hal-hal kecil yang menganggu,” jelas Riphan.

Tim Ibu Kota sempat kehilangan poin dalam tiga pertandingan terakhir, bahkan setelah unggul. Kesalahan kecil seperti ini yang perlu dihindari agar mereka bisa fokus kembali ke jalur kemenangan dan meraih gelar juara.

Strategi Transfer Efektif Borneo FC

Sementara itu, Borneo FC berhasil menjaga performa stabil setelah sempat mengalami sedikit guncangan. Tim berjuluk Pesut Etam itu dengan cepat bangkit dan kembali menekan Persib.

“Kalau Borneo FC memang sudah di jalurnya dalam rangka mengejar terus Persib. Mereka menekan terus dan berhasil di trek,” tegas Riphan.

Keberhasilan Borneo FC tidak lepas dari keputusan manajemen untuk mendatangkan sejumlah pemain baru di putaran kedua. Strategi transfer yang efektif ini membuat skuad Fabio Lefundes tampil lebih agresif dan impresif.

“Ya, dalam bursa transfer paruh musim ya, menurut saya yang cukup berhasil ya Borneo FC,” kata Riphan. Ia menjelaskan bahwa bursa transfer paruh musim adalah periode yang rumit, di mana tim harus tepat dalam memilih pemain tanpa mengubah struktur secara frontal.

Berbeda dengan beberapa tim lain yang mungkin kesulitan mengintegrasikan pemain baru, Borneo FC justru menunjukkan efektivitas. “Untuk Borneo justru terbalik. Mereka justru efektif di pembelian putaran kedua. Sejak pemain datang di putaran kedua, Borneo FC jadi stabil banget sampai sekarang,” pungkasnya.

Recommended